![]() |
| Foto ilustrasi berita terkait keterlibatan pelajar di Kota Medan sebagai geng motor. Istimewa/Hastara.id |
Sedikitnya tujuh pelajar dari tiga sekolah disebut telah diamankan aparat penegak hukum (APH) terkait dugaan keterlibatan dalam aktivitas tersebut.
Kepala Disdik Sumut Alexander Sinulingga mengatakan, pihaknya menerima informasi adanya keterlibatan pelajar dari sejumlah sekolah di Medan. Empat sekolah disebut masuk dalam pemantauan, yakni SMK Negeri 7, SMK Negeri 5, SMA Negeri 7 dan SMA Negeri 3 Medan.
"Ada info yang kita terima ada keterlibatan siswa. Sekolahnya itu SMK 7, SMK 5, SMA 7 dan SMA 3 Medan," ujar dia saat ditemui di Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Jumat (14/8/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun Disdik Sumut, tujuh pelajar telah diamankan APH. Mereka terdiri dari satu siswa SMK 5, tiga siswa SMA 3 dan tiga siswa SMA 7 Medan.
Alexander menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap pelajar yang terbukti terlibat dalam aktivitas yang mengarah pada tindak kriminalitas. Sanksi pun telah dijatuhkan melalui sekolah masing-masing.
"Untuk siswa yang terlibat ini sudah kita kembalikan ke orang tuanya," tegasnya.
Sudah Diperingatkan
Menurut Alexander, persoalan keterlibatan pelajar dalam aktivitas di luar sekolah sebenarnya telah diantisipasi. Disdik Sumut sebelumnya telah menerbitkan surat edaran yang melarang siswa mengikuti kegiatan maupun organisasi di luar sekolah yang berpotensi berkaitan dengan tindak kriminalitas, termasuk geng motor.
Munculnya kasus terbaru ini menunjukkan pengawasan terhadap aktivitas pelajar tetap perlu diperkuat. Karena itu, Disdik Sumut kini tidak hanya mengandalkan pengawasan dari sekolah. Alexander mengatakan pihaknya akan turun langsung ke sejumlah sekolah yang dinilai memiliki potensi kerawanan.
"Kami sudah buat pemetaan sekolah-sekolah mana saja yang rawan, rawan potensi," ungkapnya.
Pemetaan tersebut menjadi dasar bagi Disdik Sumut untuk memperketat pengawasan dan melakukan langkah pencegahan agar pelajar tidak terseret lebih jauh ke dalam kelompok atau aktivitas yang berpotensi mengarah pada kriminalitas.
Alexander memastikan sanksi tegas tetap akan diberlakukan terhadap siswa yang terbukti terlibat. Salah satu konsekuensinya adalah mengembalikan siswa kepada pihak keluarga.
"Apabila memang terbukti terlibat, ini tentu akan kita berikan sanksi tegas dengan dikembalikan ke keluarga," pungkasnya. (has)
