![]() |
| Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas saat diwawancarai soal peranan perempuan dalam aspek pembangunan Kota Medan, Senin, 24 Agustus 2026. Hasby/Hastara.id |
MEDAN, HASTARA.ID — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong keterlibatan perempuan yang lebih besar dalam pembangunan Kota Medan. Ia menilai, kompleksitas persoalan kota metropolitan membutuhkan perspektif dan kapasitas kepemimpinan dari laki-laki maupun perempuan secara setara.
Menurut Rico kesetaraan gender bukan sekadar wacana, melainkan kebutuhan strategis dalam merumuskan kebijakan publik yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.
Ia menegaskan, perempuan memiliki kapasitas yang sama untuk mengambil peran dalam pemerintahan, mulai dari kepemimpinan, koordinasi hingga analisis kebijakan.
“Saya melihat porsi dalam pembangunan kota, saya berharap perempuan bisa berkontribusi lebih banyak lagi. Banyak perempuan yang sangat kreatif, cara bekerjanya bagus, tech talk dan think tank-nya kuat, serta koordinasinya bagus. Mereka memiliki potensi yang sama dengan siapa pun,” ujar Rico menjawab wartawan di Medan, Senin, 24 Agustus 2026.
Rico Waas di sisi lain mengakui, keterwakilan perempuan pada jabatan strategis tingkat eselon II di lingkungan Pemko Medan saat ini belum mencapai angka ideal 30 persen. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak menjadi alasan untuk membatasi ruang perempuan dalam struktur birokrasi.
Sebaliknya, Pemko Medan secara bertahap terus membuka peluang bagi birokrat perempuan yang memiliki kapasitas teknis, integritas dan kemampuan kepemimpinan. Saat ini, sejumlah OPD strategis di lingkungan Pemko Medan telah dipimpin perempuan. Di antaranya Melvi Marlabayana Girsang sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Edliaty sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APMPPKB).
Penguatan keterwakilan perempuan juga mulai terlihat di tingkat kewilayahan. Sejumlah aparatur sipil negara dari kaum perempuan dipercaya menjadi camat dan lurah, sementara posisi sekretaris dan kepala bidang di berbagai perangkat daerah juga diisi perempuan yang dinilai memiliki kompetensi.
Penggerak Ekonomi
Rico menegaskan, penguatan peran perempuan tidak berhenti pada penempatan di struktur pemerintahan. Pemko Medan juga diarahkan menciptakan kota yang aman, ramah dan memberi ruang bagi perempuan untuk berkembang secara sosial maupun ekonomi.
Salah satu fokusnya adalah pemberdayaan ekonomi perempuan di tingkat akar rumput. Menurutnya, perempuan, khususnya ibu rumah tangga, memiliki kontribusi besar dalam menopang ekonomi keluarga melalui usaha mikro dan kecil. Karena itu, penguatan kapasitas usaha perempuan menjadi bagian penting dari strategi pembangunan ekonomi kota.
Pemko Medan melalui sinergitas Dinas Koperasi dan UMKM dengan DP3APMPPKB memberikan pelatihan secara bertahap. Program tersebut mencakup pembinaan pengelolaan keuangan usaha, inkubasi bisnis hingga pengembangan pemasaran produk kriya dan wastra melalui Galeri Dekranasda Kota Medan.
Langkah lainnya dilakukan dengan memperkuat pendataan pelaku UMKM perempuan hingga tingkat lingkungan. Rico telah menginstruksikan camat dan lurah se-Kota Medan untuk aktif meregistrasi pelaku UMKM perempuan di wilayah masing-masing. Pendataan ini diharapkan membuat program pelatihan, bantuan dan pendampingan lebih tepat sasaran sekaligus memangkas hambatan birokrasi.
Dengan demikian, agenda pemberdayaan perempuan di Medan tidak hanya berbicara mengenai berapa banyak perempuan yang menduduki jabatan strategis, tetapi juga seberapa besar kontribusi mereka dalam menggerakkan ekonomi keluarga, membangun lingkungan yang aman serta ikut menentukan arah pembangunan kota.
Bagi Pemko Medan, imbuh politisi muda Partai NasDem ini, semakin luas ruang perempuan dalam pemerintahan dan kehidupan ekonomi masyarakat, semakin besar pula potensi yang dapat dimobilisasi untuk menjawab persoalan kota yang semakin kompleks. (has)
