-->

Rapidin Simbolon Tapaki Usia 59 Tahun, Pesan Megawati Kembali Disuarakan: Menangis dan Tertawa Bersama Rakyat

Sebarkan:

 

Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Rapidin Simbolon bersama jajaran saat menggelar Halal Bihalal bersama insan pers. Istimewa/Hastara.id
MEDAN, HASTARA.ID — Memasuki usia ke-59 tahun, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara yang juga Anggota Komisi XIII DPR RI, Drs Rapidin Simbolon, MM, diharapkan semakin memperkuat pengabdian dan keberpihakan kepada rakyat.

Rapidin genap berusia 59 tahun pada Minggu (11/10/2026). Lahir di Lumban Lintong pada 11 Oktober 1967, ia memiliki pengalaman panjang di pemerintahan daerah, termasuk sebagai Wakil Bupati dan Bupati Samosir, sebelum melanjutkan kiprahnya di tingkat nasional sebagai anggota DPR RI.

Momentum pertambahan usia ini bukan sekadar perayaan pribadi, melainkan juga pengingat atas tanggung jawab politik yang melekat pada seorang pemimpin dan wakil rakyat. Sebab, tantangan masyarakat masih nyata, mulai dari tekanan ekonomi keluarga, keberlangsungan usaha kecil, kesejahteraan petani, hingga pemerataan pembangunan dan pelayanan publik.

Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Sutrisno Pangaribuan, ST, menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Rapidin. Ia berharap usia baru tersebut membawa kesehatan, kekuatan, dan semangat yang semakin besar untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Selamat ulang tahun ke-59 kepada Bapak Drs Rapidin Simbolon, MM. Semoga senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas pengabdian. Pengalaman yang telah dilalui tentu menjadi bekal untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan,” ujar Sutrisno, Minggu (11/10/2026). 

Menurutnya, pengalaman dalam pemerintahan daerah maupun tugas sebagai anggota DPR RI harus menjadi modal untuk semakin peka terhadap persoalan masyarakat. Aspirasi warga, kata dia, tidak cukup hanya didengar, tetapi perlu diperjuangkan melalui kebijakan dan langkah konkret sesuai kewenangan yang dimiliki.

Sutrisno menilai, persoalan ekonomi keluarga, nasib pelaku usaha kecil, kebutuhan petani, dan kesenjangan pembangunan harus terus menjadi perhatian dalam agenda politik. Keberpihakan kepada rakyat, menurutnya, perlu tercermin dalam sikap, keputusan, serta hasil kerja yang dapat dirasakan masyarakat.

“Dinamika yang berkembang di tengah masyarakat membutuhkan perhatian dan kerja bersama. Kedekatan dengan rakyat menjadi penting agar persoalan yang mereka hadapi benar-benar dipahami dan diperjuangkan melalui saluran yang tersedia,” katanya.

Ia menegaskan, bagi PDI Perjuangan, perjuangan politik harus berorientasi pada perluasan kesejahteraan dan terwujudnya keadilan sosial. Kepentingan masyarakat kecil tidak boleh berhenti sebagai slogan, melainkan harus menjadi landasan dalam memperjuangkan kebijakan publik.

Dalam kesempatan itu, Sutrisno juga mengingatkan pesan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri agar setiap kader senantiasa menangis dan tertawa bersama rakyat.

“Pada akhirnya, perjuangan politik harus selalu kembali pada tujuan utamanya, yaitu memperjuangkan kehidupan rakyat yang lebih baik. Semoga di usia ke-59 ini, semangat pengabdian terus terjaga dan setiap langkah yang diambil senantiasa membawa manfaat bagi masyarakat. Rapidin selalu menjalankan pesan Bu Mega agar setiap kader menangis dan tertawa bersama rakyat,” pungkas Sutrisno. (rel/has)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini