![]() |
| PSMS Medan dipaksa main imbang 1-1 oleh tuan rumah Semen Padang di Stadion Patriot Chandrabaga, Bekasi, Sabtu (17/10/2026). Istimewa/Hastara.id |
Bertanding di Stadion Patriot Chandrabaga, Bekasi, Sabtu (17/10/2026), pekan keenam Pegadaian Championship 2026/2027, kedua kesebelasan bermain tanpa gol hingga waktu normal 2x45 menit.
Gol kedua kesebelasan lahir dari hasil heading. Lima dari delapan menit waktu ekstra time, PSMS Medan sempat unggul lewat heading Javier Siverio, sebelum disamakan Ari Maring juga heading dari luar kotak 16.
Menjelang pertandingan berakhir dari tambahan waktu 8 menit setelah 2x45, Semen Padang tampil dengan 10 pemain, menyusul cederanya penjaga gawang setelah duel berebut bola dengan Siverio di pojok kanan dekat tiang corner.
Sejak menit awal, Ayam Kinantan bertanding dengan determinasi tinggi berupaya memetik poin penuh.
Tuan rumah, Kabau Sirah julukan Semen Padang meladeni, menjadikan permainan terbuka dan menarik ditonton.
Memasuki menit akhir dari tambahan waktu normal, Siverio mencatatkan nama di scoring board hasil scrimage bermula dari sepakan Phillerson di blok kiper Semen Padang, disambut Zaki Alim tapi masih membentur mistar gawang, bola pantulan di heading Siverio menggetarkan jala gawang.
Namun kemenangan di depan mata, seketika buyar. Bermula dari dropped ball dilakukan wasit, karena penjaga gawang Semen Padang cedera. Bola mengancam sektor kanan pertahanan PSMS.
Crossing sempat dimentahkan pemain bawah Ayam Kinantan, bola mengarah ke area setengah lingkaran kotak 16 disambar Ari Maring dengan sundulan. Bola meluncur deras ke pojok kiri gawang tak mampu dihalau M Natshir. Skor imbang 1-1.
PSMS berupaya bangkit manfaatkan waktu tersisa serta 10 pemain Kabau Sirah, pasca ditariknya penjaga gawang karena cedera setelah menabrak Siverio di luar garis 16.
Dengan hasil imbang ini, PSMS Medan harus puas bawa 1 poin dan bertengger di posisi 3 klasemen sementara.
Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, tak menampik kalau hasil sedikit mengecewakan. Namun, dalam sepakbola semua dapat terjadi dalam hitungan menit atau detik.
"Kita sempat unggul, namun dapat disamakan di menit akhir. Tapi inilah sepakbola. Konsentrasi menit akhir, menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi," tukas Eko. (jie)
