PALEMBANG, HASTARA.ID — Peningkatan kualitas sumber daya manusia pemerintah menjadi kunci bagi pembangunan sehingga bisa menjadi negara maju.
“Kita dapat melihat perbandingan negara lain yang telah maju, bagaimana SDM itu menopang kuat atau tidaknya negara,” kata Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian, saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) di Zuri Hotel, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (1/11).
Menurut Tito, revolusi peningkatan SDM harus dimulai dari aparatur pemerintah mulai dari ASN, TNI, Polri serta pemegang kebijakan. Diharap dia lewat Rakornas tersebut sangat penting karena terkait dengan kemajuan Bangsa Indonesia.
"Rakornas ini saya harapkan benar-benar memberikan perubahan bukan hanya seremonial saja. Kalau kita ingin Indonesia maju, kita harus mulai dari SDM. Selain itu juga, era teknologi informasi. Dorong anak untuk lebih produktif dan membuat lapangan pekerjaan tidak berlomba untuk menjadi ASN saja,” ucap Mendagri.
Selain inovatif, aparatur pemerintah juga harus memiliki ilmu di bidang yang digelutinya sehingga bisa menyelesaikan masalah dengan tepat. Tak hanya itu, pembangunan karakter terhadap aparatur pemerintah juga perlu terus dilakukan.
Penjabat Gubernur Sumatera Utara, Agus Fatoni, turut mendampingi Mendagri Muhammad Tito Karnavian. Melalui kesempatan ini, Fatoni mengatakan salah satu kompetensi penting yang wajib dimiliki oleh aparatur pemerintah adalah inovasi. Menurutnya, dengan berpikir inovatif maka akan berdampak bagi pembangunan nasional.
“Berpikir inovatif meninggalkan pola pikir lama yang mungkin tidak relevan dengan sekarang, dengan inovasi kita akan beradaptasi dengan zaman yang selalu bergerak cepat,” kata Fatoni yang juga Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri.
Fatoni pun mendorong terciptanya ekosistem inovasi di tempatnya bertugas. Menurutnya, membentuk ekosistem inovatif merupakan langkah pertama yang perlu dilakukan agar SDM bisa berinovasi secara keseluruhan.
“Yang pertama kita lakukan itu mendorong ekosistemnya, kalau ekosistemnya sudah ada, semuanya akan tergerak bersama-sama, melakukan inovasi atau berpikir inovatif dalam menyelesaikan masalah,” ujarnya. (has)
