MEDAN, HASTARA.ID — Dugaan Kapolres Tapanuli Utara (Taput), AKBP Ernis Sitinjak dan jajarannya tidak profesional dalam penanganan perkara hukum, ternyata sudah mendapat atensi serius Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto. Jika terbukti menyalahi wewenang, Kapoldasu segera memberi tindakan tegas dan terukur terhadap bawahannya itu.
"Saya tidak ragu-ragu menghukum anggota saya, saya tidak ragu-ragu menyampaikan hukuman ke anggota saya dan saya juga tidak ragu-ragu memberikan promosi bagi anggota saya yang benar,” kata Whisnu dalam Silaturahmi Penjabat Gubernur Bersama Forkopimda Sumut dan Dialog Pilkada Damai 2024 di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubsu, Jalan Pangeran Diponegoro No.30, Medan, Senin (25/11).
Diakuinya bahwa telah menurunkan tim dari Bidang Propam Poldasu untuk mengecek kebenaran informasi sekaitan ketidakprofesionalan kinerja jajarannya di Kabupaten Taput. Upaya itu untuk menindaklanjuti laporan dari masyarakat yang pihaknya terima belum lama ini.
“Kita sudah cek informasi ini yang menyebutkan ada oknum di jajaran Polri berpihak kepada salah satu pasangan calon di Pilkada Taput," kata Whisnu.
Pihaknya begitu terbuka dan sangat senang bila ada masyarakat yang mengawasi kinerja Polri, baik itu masukan, masalah, kritikan dan pujian.
“Laporan-laporan itu kami tampung dan salurkan pada aturan hukum yang berlaku,” ujarnya.
Mengenai kasus salah tangkap yang dilakukan jajaran Polres Taput belum lama ini, diakui Whisnu proses hukumnya telah selesai.
"Jadi begitu diputuskan hakim tunggal kita kalah, hari itu juga harus dikeluarkan. Itulah pelajaran yang harus kita sampaikan kepada masyarakat, bahwasanya ada jalur hukumnya, ada aturannya, sehingga jika ada dugaan salah tangkap laporkan," kata mantan direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri ini.
Ihwal informasi peredaran narkoba yang dananya mengalir ke salah satu paslon Pilkada Taput, Kapoldasu juga menegaskan tidak ragu-ragu untuk melakukan tindakan keras dan terukur.
“Saya risih, walaupun Sumut ini bukan kampung saya. Tetapi, selama 24 tahun saya tidur dengan orang Batak, yaitu istri saya," kata dia.
Apalagi soal maraknya narkoba di Sumut secara umum, menurutnya telah diingatkan oleh keluarga dari istrinya. Whisnu mengaku bahwa mertuanya merupakan orang asal Pematang Siantar.
"Jadi jangan malu-maluin, jangan membuat kampung mertua saya rusak dengan narkoba. Makanya Siantar itu narkobanya saya hajar habis-habisan. Mudah-mudahan dengan tindakan tegas dan terukur itu pelan-pelan akan turun dan hilang dari wilayah Sumut," pungkasnya. (has)
