![]() |
| DIABADIKAN: Para peserta diabadikan bersama penguji, pengurus SMSI Sumut dan Labuhanbatu Raya usai kegiatan UKW Angkatan 53 di Rantauprapat pada Sabtu (25/11/2024). Istimewa for Hastara.id |
Berdasarkan total 28 peserta yang terdiri dari 2 Kelas Madya dan 3 Kelas Muda, secara resmi diumumkan bahwa 25 peserta dinyatakan kompeten, 3 lainnya belum kompeten. Pengumuman hasil UKW tersebut disampaikan perwakilan Tim Penguji, Dwi Ajeng Widarini MIKom, Sabtu (23/11/2024) petang, saat penutupan acara.
Mewakili LUKW UPDM, Dr Hj Retno Intani dalam sambutannya, mengapresiasi terselenggaranya UKW di Labuhanbatu.
"UKW ini diselenggarakan dengan cukup baik. Bagi yang sudah kompeten ini merupakan tahapan untuk lebih baik lagi. Karena ini sebuah proses, harus ada peningkatan kompetensi ke jenjang selanjutnya," katanya.
Menurutnya ini adalah langkah awal untuk menuju tingkatan yang lebih tinggi lagi. Sementara bagi yang belum kompeten, jangan merasa rendah diri karena ini sebuah perjuangan.
"Ini proses yang harus dilalui dalam mengukur kompetensi seorang wartawan," ucap Retno.
Pihaknya melihat semua peserta punya potensi. Hanya saja ada beberapa reaksi yang beragam saat menghadapi 11 mata uji UKW.
"Ada yang kaget, grogi dan kurang percaya diri. Padahal, sebenarnya Anda mampu," kata Retno.
Mewakili Tim Penguji UKW SMSI - UPDM, Mohammad Nasir, menyebut UPDM adalah salah satu perintis ilmu komunikasi di Indonesia.
"Prof Dr Moestopo adalah pendiri universitas tersebut. UPDM sudah banyak malang melintang dalam dunia jurnalistik," ungkap dia.
Pihaknya berpesan wartawan harus tetap kritis di tengah situasi yang kerap membohongi, tipu daya, dan segala macam dinamikanya.
"Kita sebagai wartawan harus berpikir. Kita ada karena kita berpikir," ungkap ketua Bidang Pendidikan SMSI Pusat itu.
Mantan wartawan Kompas itu juta berpesan, seorang wartawan harus banyak berkarya dan membaca.
"Itu menunjukkan jam terbang kita. Ternyata jam terbang itu menentukan kualitas kita sebagai seorang wartawan," ujarnya.
Ketua SMSI Sumut, Erris J Napitupulu turut memberi apresiasi kepada unsur Tim Penguji dari LUKW UPDM dan SMSI Labuhanbatu Raya atas terselenggaranya UKW ini.
"Saya ingatkan para peserta UKW hari ini, banyaklah membaca, para penguji kita adalah orang-orang yang berpendidikan tinggi, dan punya integritas sebagai penguji. Saya ucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya. Seharusnya kita bangga bisa berhadapan dengan para penguji kita saat ini. Kami juga menyampaikan permohonan maaf, sekiranya ada kekurangan dalam pertemuan kita, mohon dimaklumi, mungkin itulah kekurangan kami," papar wartawati senior ini.
Ia menyebut SMSI Sumut dalam beberapa waktu ke depan siap mengusulkan pelaksanaan UKW di kabupaten lain di Sumut.
"Menyusul ada daerah lain yang ingin menyelenggarakan UKW, Tapanuli Utara, Serdang Bedagai dan beberapa daerah lain. Kami sampaikan juga, SMSI Sumut saat ini sudah ada di 33 kabupaten/kota," ujarnya.
Jangan Jumawa
Ketua SMSI Labuhanbatu Raya, Teguh Adi Putra Sitorus, mengingatkan para peserta UKW yang dinyatakan kompeten agar tidak berbangga diri.
"Bagi kawan-kawan yang sudah dinyatakan kompeten jangan jumawa. Dan yang belum kompeten, jangan patah semangat, tahun depan kita buat lagi (UKW) di Labuhanbatu," ujarnya disambut aplaus para peserta.
Teguh menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang telah berpatisipasi atas suksesi UKW Angkatan 53 ini.
"Terimakasih kepada seluruh pengurus SMSI Labuhabatu Raya, pengurus SMSI Sumut dan semua pihak yang telah bersusah payah, berjibaku mempersiapkan UKW ini. Terimakasih juga UPDM," pungkasnya.
Harus Berubah
Kegiatan UKW sebelumnya dibuka secara langsung oleh Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus MSi bersama Ketua LUKW, Dr H Muhammad Saifulloh. Firdaus dalam arahan dan bimbingannya, menyebut sebuah media saat ini harus cerdas terutama dalam menempatkan setiap masalah.
"Wartawan harus menjadi wasit kebenaran, wasit kebaikan di tengah-tengah publik. Ibarat seorang prajurit yang berperang di tengah hutan, dia tahu dari belang warnanya ular itu, dia tahu kadar racunnya. Wartawan harus bisa mengukur persoalan. Saat ini media sudah tidak punya nilai ekonomis," tegasnya.
Karenanya media harus merubah cara pandang atau mindset dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab serta aspek bisnisnya.
"Media ini harus berubah. Ada UU Digitalisasi, misalnya; Penyiaran itu di bawah Komdigi. Jurnalistik itu profesional, bukan hanya untuk kepentingan pribadi semata. Tapi juga untuk bangsa dan negara. Kita SMSI harus tetap profesional, terutama tetap memfasilitasi UKW selain PWI dan organisasi lainnya," kata Firdaus.
Dalam UKW 53 ini diketahui bahwa UPDM mengutus lima orang Tim Penguji yakni; Dr Hj Retno Intani ZA, Dwi Ajeng Widarini MIKom, Dr Wahyudi M Pratopo, Mohammad Nasir, Makali Kumar SH, beserta Anang Fadillah sebagai penguji magang.
Turut hadir dalam penutupan penyelenggaraan UKW, Sekretaris SMSI Sumut Ariadi, Penasihat Austin Tumengkol, Kabid Pendidikan dan Pelatihan Agus Utama, serta seluruh pengurus SMSI Labuhanbatu Raya. (has)
