-->

Aliansi Peduli Pilkada Jujur Tagih Janji KPU Medan Soal PSU Total

Sebarkan:

 

Aliansi Masyarakat Peduli Pilkada Jujur Kota Medan kembali berunjukrasa di depan Kantor KPU Medan, Jalan Kejaksaan No.37, Medan, Jumat (6/12/2024). Istimewa

MEDAN, HASTARA.ID — Aliansi Masyarakat Peduli Pilkada Jujur Kota Medan menagih janji Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan untuk melaksanakan pemungutan suara ulang atau PSU secara total. Demikian kembali mereka suarakan saat berunjukrasa di depan Kantor KPU Medan, Jalan Kejaksaan No.37, Medan, Jumat (6/12).

"Ini sudah kesekian kalinya kami datang ke sini, tapi tidak ada jawaban yang pasti. Hari ini kami minta agar PSU dilakukan di Kota Medan, dilakukan secara keseluruhan," ucap Koordinator Aksi, Agustian lewat pengeras suara. 

Agustian mengatakan, tidak ada alasan bagi KPU Kota Medan untuk tidak melakukan PSU secara keseluruhan di Kota Medan. Mereka juga mendesak jawaban atas kajian soal PSU yang sudah dijanjikan pihak KPU Medan.  

"Kondisi hujan deras dan banjir pada sebagian besar wilayah di Kota Medan merupakan dasar yang kuat untuk KPU Medan kembali menggelar PSU. Banjir yang terjadi jelas-jelas telah membuat sebagian besar masyarakat Kota Medan tidak bisa hadir ke TPS (tempat pemungutan suara), itu terbukti dari rendahnya tingkat partisipasi. Untuk itu, hal ini harus membuat KPU Medan menggelar PSU," ujar dia. 

Massa dari kelompok mahasiswa turut hadir pada aksi itu. Mereka pun meneriakkan bahwa PSU harus dilakukan karena bukan hanya banjir, juga banyaknya kecurangan yang ditemukan pada Pilkada di Kota Medan kali ini.

"Indonesia negara demokrasi, tapi intimidasi terus terjadi. Intimidasi dari kepling, intimidasi dari camat, intimidasi dari alat-alat negara untuk memenangkan paslon tertentu. Buktinya juga sudah banyak, buktinya sudah jelas," kata Novri, mewakili aksi massa elemen masyarakat. 

Massa sepakat bahwa intimidasi yang terjadi di Kota Medan menggambarkan secara nyata bahwa Kota Medan telah masuk dalam kondisi 'darurat demokrasi'.

"Saat ini Indonesia, khususnya Kota Medan dalam situasi darurat demokrasi," tegas Novri. 

Maka dari itu, sambung Novri, tidak ada alasan bagi KPU Medan untuk tidak menggelar PSU di seluruh Kota Medan. Banjir yang merupakan bencana alam, harus menjadi poin utama untuk digelarnya PSU.

"PSU harus digelar di seluruh Kota Medan. Tuntutan ini jelas dan mendasar, tuntutan ini juga sangat layak untuk dikabulkan karena dijamin dalam aturan yang berlaku. KPU Medan harus mengabulkan permohonan untuk dilakukannya PSU, sebab demokrasi harus ditegakkan," pungkasnya.

Aksi tersebut dimulai sekitar pukul 14.30 WIB. Sekitar satu jam aksi berlangsung, hujan deras pun turun. Akan tetapi, kondisi itu tidak menyurutkan massa aksi untuk tetap bertahan dan menyampaikan tuntutannya. (has)


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini