![]() |
| Polres Pematangsiantar memberikan pembinaan enam pemuda yang terjaring razia rutin sejak Sabtu hingga Minggu dini hari kemarin. Istimewa for Hastara.id |
PEMATANGSIANTAR, HASTARA.ID — Kepolisian Resort (Polres) Pematangsiantar kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Dalam rangka mencegah aksi geng motor, balap liar, dan gangguan kamtibmas lainnya, Satuan Samapta Polres Pematangsiantar menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari, 14-15 Desember 2024.
KRYD bertujuan menciptakan situasi yang aman dan kondusif antisipasi aksi geng motor, balap liar, knalpot blong, dan tawuran di wilayah hukum Polres Pematangsiantar.
Awalnya para personil yang tersprit mengikuti apel pembagian tugas yang dipimpin Kasat Binmas AKP Jahrona Sinaga SH selaku Perwira Penanggungjawab (Papenjab) Tim 1 di Apil Dayok, Jl. Ahmad Yani Kecamatan Siantar Timur.
Para personil dibagi tiga tim yakni Tim 1 Papenjab AKP Jahrona Sinaga SH, Tim 2 Papenjab IPTU Jhon Arno Purba dan Tim 3 Papenjab IPTU Donly Sihombing serta Tim khusus (Timsus) dan Shelter Satuan Samapta.
Razia yang dilakukan secara intensif ini membuahkan hasil dengan ditemukannya enam pemuda yang sedang berkumpul di Jalan Tangki, Kelurahan Nagapita, Kecamatan Siantar Martoba pada dini hari. Keenam pemuda tersebut, yang berusia antara 15 hingga 20 tahun, berasal dari berbagai wilayah di Pematangsiantar dan sekitarnya.
Kasat Binmas Polres Pematangsiantar, AKP Jahrona Sinaga, yang memimpin langsung operasi ini, menjelaskan bahwa kegiatan KRYD ini bertujuan untuk menciptakan situasi yang kondusif bagi masyarakat.
"Kami ingin memberikan rasa aman kepada masyarakat, terutama di malam hari. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan dapat mencegah terjadinya aksi kriminalitas yang meresahkan," ujar AKP Jahrona, Senin (16/12).
Keenam pemuda yang terjaring razia kemudian dibawa ke Mapolres Pematangsiantar untuk diberikan pembinaan. Tim Binmas Polres Pematangsiantar memberikan pemahaman kepada mereka tentang pentingnya menjaga ketertiban dan dampak negatif dari kegiatan yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Setelah diberikan pembinaan, keenam pemuda tersebut diserahkan kembali kepada orang tua masing-masing. Pihak kepolisian berharap, dengan adanya pembinaan ini, para pemuda tersebut dapat lebih bijak dalam menggunakan waktu dan tidak mengulangi perbuatan yang sama di kemudian hari.
AKP Jahrona Sinaga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Jika melihat atau mengetahui adanya kegiatan yang mencurigakan, segera laporkan kepada pihak kepolisian terdekat. (put)
