-->

Obat yang Dibutuhkan Tidak Tersedia di RSU Haji Medan, Pasien BPJS Kecewa

Sebarkan:

 

Suasana RSU Haji Medan di Jalan Rumah Sakit, Medan Estate, Deli Serdang. Seorang pasien BPJS Kesehatan kecewa lantaran kosongnya obat yang dibutuhkan di Farmasi Rawat Jalan Poli 2 rumah sakit milik Pemprov Sumut tersebut. Istimewa/Hastara.id


MEDAN, HASTARA.ID – Seorang peserta BPJS Kesehatan yang berobat ke RSU Haji Medan, harus tertunda makan obat sampai waktu yang tidak pasti. Ini akibat jenis obat yang dibutuhkan sesuai resep dokter, tidak tersedia di Farmasi Rawat Jalan Poli 2 rumah sakit milik Pemprov Sumut tersebut.

Akibatnya, hingga hari kedua setelah menerima resep obat dari dokter, pasien yang mengaku A. Siregar itu, belum juga makan obat. 

“Saya belum tau kapan obat yang saya butuhkan itu tersedia,” katanya kepada wartawan, Jumat (31/1/2025). 

A Siregar menjelaskan kekecewaannya atas layanan BPJS Kesehatan ini, bermula ketika ia berobat ke RSU Haji Medan, Kamis (30/1/2025). Ia mengaku mendapat pelayanan yang baik di RSU Haji Medan hingga dokter memberi resep obat. Namun, ia benar-benar sangat kaget ketika petugas Farmasi Rawat Jalan Poli 2 menjelaskan bahwa, satu dari dua jenis obat yang diresepkan dokter, sedang tidak ada. Stok obatnya lagi kosong.

Petugas Farmasi tersebut selanjutnya menyerahkan salinan resep dokter. Di kertas salinan resep dokter itu, ditempelkan kertas berisi keterangan obat yang dibutuhkan. Lalu, di balik kertas resep dokter, tertulis Nomor WhatsApp atas nama apt. Tedy Prayoga S.Farm. 

“Bapak…, satu dari tiga jenis obatnya lagi kosong. Bapak bisa hubungi nomor WA ini untuk menanyakan soal ketersediaan obat tersebut,” ungkap perempuan petugas Farmasi Rawat Jalan Poli 2 RSU Haji Medan tersebut, sembari menunjuk nomor WhatsApp yang tertulis di kertas resep dokter.

Sayangnya, ketika ditelepon pada jam kerja, Tedy Prayoga sebagai pemilik nomor WA, tidak mengangkat. Setelah dikirim pesan singkat WhatsApp, Tedy Prayoga baru menjawab dengan meminta agar mengirimkan foto resep obat. 

Tidak berapa lama, melalui pesan singkat, Tedy Prayoga menjelaskan bahwa obat yang tertulis dalam resep dokter tersebut, masih kosong di Farmasi. 

“Obat tersebut sudah masuk ke dalam surat permintaan kami. Tapi emang, barang dari distributor belum masuk,” katanya lewat pesan singkat.

Mengingat pentingnya obat tersebut, Siregar menawarkan solusi untuk membeli obat tersebut ke apotek lain, dengan catatan uang pembeliannya bisa diklaim ke BPJS Kesehatan sebagai pengganti. Namun, Tedy menjelaskan, pihaknya tidak bisa mengganti klaim obat dengan uang. 

“Kita tidak bisa mengganti klaim obat dengan uang. Copy resep (hutang obat) kami masih berlaku sampai obatnya datang,” jawab Tedy.

Yang semakin membuat bingung adalah, tidak dijelaskan sampai kapan obat tersebut akan tersedia. 

“Kalau sampai kapan, saya di Farmasi Rawat Jalan sebagai pelaksana, tidak tahu kapan, bapak. Tapi yang jelas, keluhan bapak sudah saya teruskan ke pejabat bagian pengadaan obat,” bilang Tedy lagi. (*/has)


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini