-->

Rocky Gerung Kritisi Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto: Warung Tutup!

Sebarkan:

 

Pengamat politik Rocky Gerung kritik program MBG, Istimewa/Hastara.id

JAKARTA, HASTARA.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah dimulai pada 6 Januari 2025 lalu mendapat sorotan tajam dari pengamat politik, Rocky Gerung. 

Menurutnya, program ini masih menghadapi berbagai kendala dalam implementasinya, terutama terkait ketimpangan distribusi yang berpotensi menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang merugikan banyak pihak.

Salah satu kekhawatiran yang diungkapkan Rocky adalah dampak program ini terhadap pedagang kecil, terutama kantin sekolah dan pedagang kaki lima yang biasa menjual makanan kepada siswa. 

"Kalau ada MBG, maka warung-warung di sekitarnya tutup, nggak ada pelanggan. Impact pada pedagang di sekitar sekolah segera harus diantisipasi, harus dimitigasi," kata Rocky dalam video di channel YouTube Rocky Gerung Official, dikutip Rabu (15/1/2025).

Pedagang kecil di sekitar sekolah-sekolah yang menerapkan program MBG mengeluhkan kehilangan pelanggan utama mereka, yakni para siswa yang sebelumnya membeli makanan di kantin atau warung sekitar sekolah. 

Rocky menekankan pentingnya untuk meninjau dampak ekonomi ini secara lebih komprehensif agar tidak terjadi kerugian bagi pedagang kecil yang telah menghidupi keluarganya dari bisnis tersebut.

Selain itu, Rocky juga mengkritisi ketidakmerataan distribusi manfaat dari program MBG. Beberapa sekolah, terutama madrasah, belum mendapatkan akses terhadap program ini, yang bisa menimbulkan kecemburuan sosial di kalangan masyarakat.

"Banyak sekolah, khususnya madrasah, belum mendapatkan program ini. Ini bisa menimbulkan kecemburuan sosial," ujarnya.

Tak hanya itu, Rocky juga mengungkapkan kekhawatiran terkait standar pelayanan dan kualitas makanan yang disediakan dalam program MBG. 

Menurutnya, berbagai kritik dari orang tua murid dan siswa terkait kualitas makanan perlu ditanggapi secara serius. 

"Yang dipentingkan dalam evaluasi adalah keterbukaan secara maksimal. Beri kesempatan pada siswa dan orang tua murid untuk bicara sendiri," jelasnya. (psb)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini