“Penyelenggaraan haji setiap tahun memang berjalan lancar, tetapi kualitas pelayanan harus terus ditingkatkan agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah,” ujar Rico saat menerima audiensi Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Medan di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jalan Jenderal Sudirman, Senin (13/4/2026).
Pertemuan itu membahas sejumlah aspek strategis, mulai dari kesiapan teknis hingga peningkatan pelayanan jemaah. Rico menegaskan, seluruh kendala dalam proses persiapan, termasuk kebutuhan transportasi dan dukungan teknis lainnya, harus segera dilaporkan agar dapat ditangani secara cepat dan tepat.
“Jika ada kendala, segera sampaikan, termasuk kebutuhan transportasi dan lainnya, supaya bisa kita carikan solusi bersama,” tegasnya.
Selain itu, wali kota mendorong penguatan koordinasi antara Pemko Medan dan Kementerian Haji dan Umrah, khususnya dalam penyampaian informasi kepada masyarakat. Informasi tersebut mencakup persiapan administrasi hingga ketentuan barang bawaan selama menjalankan ibadah haji.
Ditekankannya Pemko Medan siap membantu pengawasan rumah jemaah yang ditinggalkan selama berangkat ke Tanah Suci melalui jajaran kewilayahan dan perangkat daerah terkait. Pihaknya pun berupaya menyediakan fasilitas kantor yang representatif bagi Kementerian Haji dan Umrah Kota Medan dengan memanfaatkan aset daerah yang tidak digunakan, tentunya melalui koordinasi dengan kementerian terkait agar sesuai ketentuan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Medan, Mhd Bambang Irawan Hutasuhut, mengungkapkan jumlah jemaah haji asal Kota Medan pada 2026 mencapai 1.883 orang. Sekitar empat persen di antaranya merupakan jemaah lanjut usia (lansia) berusia di atas 80 tahun yang mendapat prioritas keberangkatan.
Secara keseluruhan, kata Bambang Irawan, jumlah jemaah haji Provinsi Sumatera Utara tercatat sebanyak 5.894 orang yang terbagi dalam 17 kelompok terbang (kloter). Namun, jemaah asal Medan tidak mengisi setiap kloter secara penuh.
“Total jemaah Medan tahun ini 1.883 orang, dengan sekitar 4 persen lansia yang mendapat porsi khusus keberangkatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kloter pertama dijadwalkan masuk Asrama Haji pada 21 April 2026 dan diberangkatkan ke Tanah Suci pada 22 April melalui Bandara Internasional Kualanamu. Pihaknya berharap Wali Kota Medan dapat melepas langsung keberangkatan kloter perdana tersebut.
Bambang juga mengharapkan dukungan fasilitas transportasi, khususnya bus pulang pergi bagi petugas yang mengantar jemaah ke bandara, sebagaimana yang telah diterapkan di sejumlah daerah lain. (rel)
