-->

Penistaan Agama? Politisi PSI Ade Armando Sebut Hafalan Alquran Tak Bermanfaat di Era Digital

Sebarkan:

 

Politisi PSI Ade Armando dikecam usai sebut hafalan Alquran tak bermanfaat, Istimewa/Hastara.id

JAKARTA, HASTARA.ID - Politisi PSI, Ade Armando, kembali memicu kontroversi dengan komentarnya mengenai menghafal Alquran. Dalam unggahannya yang viral di akun X @ilhampid, Ade mengkritik praktik menghafal Alquran di era digital, yang dinilainya tidak lagi relevan dengan kemajuan teknologi saat ini.

"Orang masih menghafal Alquran itu manfaatnya apa?" tanya Ade Armando, yang kemudian melanjutkan, "Begitu Anda lupa, Anda langsung klik klik klik (di HP lewat Google), keluar (Surat) Ali Imran," ujar Ade, dikutipSenin (3/2/2025).

Ade juga menegaskan bahwa tidak ada manfaat nyata dalam menghafal Alquran. "Apa manfaatnya bahwa ada banyak orang di Indonesia, di seluruh dunia ini menghafal Alquran?" tambahnya.

Pernyataan ini langsung mengundang reaksi keras dari publik, khususnya dari netizen yang mengecam pandangan Ade tersebut. Banyak yang tidak setuju dengan pendapatnya dan memberikan kritik pedas.

"Kalau Google ubah isi Alquran, siapa yang koreksi?" tanya seorang warganet. "Justru kalau konteksnya praktis, mempertahankan orisinalitas masuk ke dalamnya. Misal orang jadi sulit kalau mau mengubah isi kitab kalau yang hafal banyak. Bisa ketahuan," tambah warganet lain.

Tak kalah keras, warganet lainnya menyebutkan, "Itulah fungsinya dihafal, di saat sistem informasi terhapus secara global, Alquran tetap tercetak dalam ingatan. Jangan biarkan generasi muda termakan hasutannya."

Komentar Ade Armando mengenai agama ini bukan kali pertama menimbulkan kontroversi. Sebelumnya, Ade beberapa kali dilaporkan atas kasus dugaan penistaan agama. Kali ini, pernyataannya mengenai menghafal Alquran kembali memicu protes dan perdebatan di kalangan masyarakat. (psb/suara)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini