![]() |
Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, Ody Anggia Batubara saat diwawancarai wartawan di balai kota, Selasa (20/5/2025). Istimewa/hastara.id |
MEDAN, HASTARA.ID — Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Pariwisata kembali akan menggelar Gelar Melayu Serumpun (Gemes) 2025 pada 21–25 Mei. Acara budaya tahunan ini akan dilangsungkan di halaman Istana Maimun, Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Medan Maimun.
Berdasarkan data dari sistem Rencana Umum Pengadaan (RUP) dengan kode 56277791, Gemes 2025 dianggarkan sebesar Rp2,5 miliar, dengan nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp1.997.997.780. Anggaran besar ini menimbulkan sorotan, mengingat Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan efisiensi anggaran di seluruh tingkatan pemerintahan.
Sejumlah pihak menilai Pemko Medan justru bertindak sebaliknya, karena dinilai mengalokasikan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk kegiatan yang belum tentu berdampak signifikan terhadap peningkatan perekonomian masyarakat. Namun, Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, Ody Anggia Batubara, membantah anggapan tersebut. Ia menyebutkan bahwa anggaran kegiatan Gemes 2025 telah melalui proses efisiensi.
“Sudah ada yang kita efisiensi pastinya. Dari Rp2,5 miliar diawal, kemudian dilakukan penyesuaian dan efisiensi sehingga ditetapkan menjadi Rp1,997 miliar,” ujarnya menjawab wartawan di balai kota, Selasa (20/5).
Menurut Ody, Gemes merupakan salah satu event unggulan Pemko Medan yang bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Meski belum dapat merinci angka peningkatan kunjungan dari tahun sebelumnya, ia mengklaim bahwa acara ini selalu ramai pengunjung.
“Kalau tahun lalu sangat ramai yang datang. Tahun ini pengunjung luar Kota Medan akan kita data lewat barcode saat masuk, mereka akan isi formulir dan berkesempatan mendapatkan hadiah undian,” ujarnya.
Sebagai informasi, Gelar Melayu Serumpun telah berlangsung sejak delapan tahun terakhir. Tahun ini, event tersebut akan diorganisir oleh PT Cakrawala Indo Semesta, pemenang tender yang disebut-sebut akan menghadirkan konsep berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, termasuk keikutsertaan peserta dari negara-negara tetangga. (has)