-->

Viral Dugaan Pemukulan Anggota DPRD Pematangsiantar, BKD Didesak Tegas

Sebarkan:

 

Hasil screenshot dari sebuah video yang mengindikasikan dugaan pemukulan anggota DPRD Pematangsiantar yang sempat viral. Istimewa/ Hastara.id


PEMATANGSIANTAR,HASTARA.ID – Kasus dugaan pemukulan yang melibatkan Robin Januarto Manurung, Ketua Komisi 1 DPRD Pematangsiantar dari Fraksi Nasdem, memasuki babak krusial. 


Setelah dua kali aksi demonstrasi dan tiga kali pelayangan surat, mahasiswa pengunjuk rasa memberikan ultimatum kepada Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD Kota Pematangsiantar untuk segera menuntaskan kasus ini dan memproses Pemecatan Antar Waktu (PAW) Robin Januarto Manurung.


Pimpinan Aksi dari Aliansi Mahasiswa Kota Pematangsiantar, Gideon Surbakti menyoroti lambannya tindak lanjut BKD. Ia mengungkapkan kekecewaannya atas jawaban Ketua BKD, Ramses Manurung, yang menyatakan proses sedang berjalan di tengah kesibukan anggota dewan.


"Mau sampai kapan seperti ini bang? Kami sudah aksi kedua kalinya dan surat sudah ketiga kalinya. Jangan berikan alasan normatif seperti itu dan menganggap DPRD banyak kerjaan. Kami hadir di sini untuk meminta sudah sampai mana proses yang BKD secara transparan di mananya?" tegas Gideon saat dikonfirmasi. Jumat (30/5/2025).


Ia juga menyoroti ketiadaan informasi mengenai pemeriksaan terhadap Robin Januarto Manurung.


Menurut Gideon, insiden pemukulan pada 27 Maret 2025 itu bukan sekadar tindakan biasa, melainkan telah mencoreng nama baik seluruh rakyat Pematangsiantar karena sudah viral secara nasional. 


Ia menambahkan bahwa lima orang massa aksi menjadi korban, dengan dua di antaranya mengalami luka di kepala dan satu korban lainnya harus dijahit.


Tak hanya itu, Gideon juga menantang Ramses Manurung untuk memberikan kepastian waktu dan mempertanyakan kesediaannya untuk mundur dari kursi Ketua BKD jika tidak mampu memenuhi janjinya.


 "Kapan maksimal batas waktu yang bisa kami tunggu jawaban pasti dari pihak BKD? Dan memang tidak bisa Abang selaku Ketua BKD penuhi, Abang siapkah untuk turun dari kursi Ketua BKD abang?" tantang Gideon.


Gideon Surbakti menegaskan bahwa mahasiswa tidak akan berhenti pada aksi ini. Ia memperingatkan bahwa jika BKD tidak dapat memenuhi janjinya pada 10 Juni 2025, mereka akan kembali dengan jumlah massa yang jauh lebih besar.


 "Intinya kami jelas akan menunggu jawaban dari pihak BKD dan apabila memang Ketua BKD tidak dapat memenuhi janjinya, kami akan kembali lagi dengan massa yang lebih banyak lagi!" tutur Gideon.


Ia mengatakan tuntutan untuk memberhentikan Robin Januarto Manurung tidak hanya ditujukan kepada BKD, tetapi juga kepada Ketua DPRD Pematangsiantar untuk mengambil tindakan tegas sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan politik.


" Partai NasDem Pematangsiantar juga kita kecam keras karena diduga melindungi kadernya yang melakukan kekerasan. Serta perjuangan akan terus berlanjut, mengawal dan melawan demi keadilan rakyat, karena demokrasi adalah darah dan nyawa bangsa ini," tutupnya.



*Janji BKD dan Bantahan dari Pihak Terkait*


Menanggapi desakan mahasiswa, Ketua BKD DPRD Kota Pematangsiantar, Ramses W. Manurung menjelaskan bahwa pemeriksaan Robin Januarto Manurung yang seharusnya dilakukan pada 26 Mei 2025, batal karena yang bersangkutan sakit dan sedang berada di luar kota. 


Ramses berjanji akan menjadwalkan ulang pemeriksaan pada 5 Juni 2025 dan akan memanggil kembali perwakilan mahasiswa pengadu paling lambat 10 Juni 2025 untuk menyampaikan perkembangan kasus.


"Kita tetap menindaklanjuti laporan adik-adik mahasiswa mengenai dugaan pemukulan ini dan mohon bersabar," ujar Ramses. 


Namun, ia tidak memberikan tanggapan jelas terkait tuntutan pengunduran dirinya.


Di sisi lain, Ketua DPD NasDem Pematangsiantar, Frans Herbet Siahaan, pada 28 April 2025, menyatakan bahwa tuntutan mahasiswa ini telah dibahas internal partai dan Robin Januarto Manurung sudah dimintai penjelasan. Menurut Frans, Robin membantah adanya pemukulan.


 "Persoalan ini juga sudah kita sampaikan ke DPW NasDem Sumut dan DPP," tambahnya.


 Sementara itu, Robin Januarto Manurung sendiri tampak tidak gentar dengan adanya panggilan BKD. 


"Saya tidak takut kalau dipanggil orang BKD sekarang," tegasnya singkat beberapa waktu lalu. (Tra)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini