![]() |
Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan pada area eskalator tampak belum dilakukan pengerjaan pada akhir Februari 2025 lalu. Hasby/Hastara.id |
MEDAN, HASTARA.ID — Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan proyek revitalisasi Lapangan Merdeka tetap berlanjut sesuai rencana, meski hingga kini belum ada tambahan anggaran yang dikucurkan. Proyek yang menjadi salah satu ikon ruang publik di jantung Kota Medan ini masih menyisakan pekerjaan yang belum rampung.
“Kalau kita kan pastinya, namanya lapangan harus bisa berfungsi baik untuk masyarakat, oke,” ujar Rico singkat saat ditemui usai meninjau lokasi kebakaran di Asrama Haji Medan, Rabu (30/7/2025).
Saat ditanya apakah ada kemungkinan penambahan dana, ia menjawab singkat.
“Enggak, belum ada, ya,” sambil menggelengkan kepala.
Revitalisasi Lapangan Merdeka dimulai sejak 2022 dengan total nilai kontrak mencapai sekitar Rp497,2 miliar. Anggaran besar ini dikucurkan melalui skema multiyears project dengan rincian sebagai berikut:
•TA. 2022: Rp91 miliar untuk pekerjaan tahap awal seperti pengeboran fondasi dan penggalian basement.
•TA2023: Rp318,5 miliar dialokasikan dari APBD Kota Medan untuk Tahap II revitalisasi.
•TA.2024: Dana sebesar Rp181,7 miliar ditampung kembali guna menyelesaikan pekerjaan fisik.
•TA.2025: Tambahan Rp78,5 miliar digelontorkan untuk pembangunan sarana-prasarana pendukung seperti lampu dan fasilitas publik lainnya.
Meski anggaran jumbo telah digelontorkan, revitalisasi belum sepenuhnya rampung hingga pertengahan 2025 ini.
Banyak Catatan
Proyek ini sebelumnya dijanjikan rampung pada awal 2025. Bahkan, wali kota sebelumnya sempat menyebut Lapangan Merdeka akan dibuka untuk umum pada Februari 2025. Namun kenyataannya, pekerjaan fisik dan fasilitas pendukung masih belum sepenuhnya selesai.
Sejumlah catatan kritis muncul, termasuk temuan kesalahan perhitungan volume galian serta potensi kelebihan pembayaran hingga ratusan juta rupiah. Temuan ini hingga kini belum ditindaklanjuti tuntas oleh kontraktor maupun pihak pengawas proyek.
Kendati begitu, Pemko Medan menegaskan komitmennya untuk melanjutkan revitalisasi hingga selesai. Wali Kota Rico memastikan proyek tetap dijalankan sesuai timeline tanpa anggaran tambahan pada tahun ini.
“Fokus kita mengembalikan fungsi Lapangan Merdeka sebagai ruang publik, ruang budaya, dan ruang hijau bagi masyarakat,” katanya.
Lapangan Merdeka selama ini dikenal sebagai ruang terbuka ikonik yang menjadi saksi sejarah Kota Medan. Revitalisasi besar-besaran ini diharapkan mampu menghadirkan kembali wajah baru yang representatif, modern, dan tetap menjaga nilai historisnya. (has)