-->

Banjir Besar Lumpuhkan Medan: Warga Soroti Proyek Pengendalian Banjir Era Bobby Nasution

Sebarkan:

 

Gubernur Sumut Bobby Nasution menjawab wartawan usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Sumut pada Senin, 29 September 2025. Istimewa/Hastara.id

MEDAN, HASTARA.ID — Banjir besar yang melumpuhkan sebagian besar wilayah Kota Medan pada Kamis (27/11/2025) kembali memunculkan sorotan tajam terhadap proyek rehabilitasi dan normalisasi Sungai Deli yang digarap era Bobby Nasution sebagai Wali Kota Medan. Proyek tahun anggaran 2023 bernilai puluhan miliar rupiah itu dinilai belum memberi dampak signifikan terhadap pengendalian banjir di ibu kota Sumatera Utara.

Zul Mutaqqien, warga Medan Labuhan yang rumahnya terendam banjir setinggi betis orang dewasa, menyebut luapan Sungai Deli sebagai penyebab utama banjir yang melanda kawasan Jalan KL Yos Sudarso dan sejumlah titik lain di Medan. 

“Proyek pengendalian banjir yang dicanangkan Bobby itu ternyata gagal menjadikan Medan kota bebas banjir,” ujar Zul, Minggu (30/11/2025). Ia menilai banjir besar yang terjadi justru memperlihatkan tidak efektifnya rehabilitasi tanggul yang disebut-sebut sebagai solusi permanen bagi warga.

Menurut Zul, kondisi banjir kali ini termasuk yang terparah, karena merendam 19 dari 21 kecamatan di Kota Medan. 

“Puluhan miliar yang digelontorkan itu sia-sia. Tidak ada manfaatnya bagi warga. Seolah hanya menghamburkan uang rakyat,” ujarnya kecewa. 

Ia meyakini, jika pekerjaan proyek tersebut dilakukan secara profesional dan sesuai kebutuhan teknis, masyarakat seharusnya dapat merasakan hasilnya. 

“Pajak yang dibayar masyarakat mestinya kembali kepada warga dalam bentuk perlindungan, bukan bencana berulang,” ujar dia. 

Zul juga menyinggung janji politik Bobby Nasution pada Pilkada Medan 2020 yang mengusung slogan Medan Bebas Banjir. Janji itu, menurutnya, hanya menjadi retorika. “Ternyata tak terbukti sama sekali,” ucapnya.

Karena itu, ia menyindir keras mantan Wali Kota Medan yang kini menjabat Gubernur Sumut tersebut. 

“Sudah pas jika dinobatkan sebagai ‘Pangeran Luber Sungai Deli’, karena sungai yang membelah Kota Medan itu tetap meluber dan membanjiri warga meski sudah dinormalisasi," demikian Zul Mutaqqien. (prn/rel)


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini