PALUTA, HASTARA.ID — Festival Budaya Daerah kembali menjadi panggung bagi geliat seni dan tradisi masyarakat Padang Lawas Utara (Paluta). Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Paluta, Eva Sartika Siregar, menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya kegiatan yang berlangsung pada 18–21 November 2025 di Gedung Serbaguna Lembaga Adat Hutalombang. Acara ini dibuka langsung Wakil Bupati Paluta, H Basri Harahap.
Eva menegaskan, festival tersebut bukan hanya rangkaian perayaan Hari Jadi Paluta ke-18, tetapi momentum strategis untuk memperkuat identitas budaya daerah sekaligus menumbuhkan kreativitas generasi muda.
“Festival seperti ini merupakan implementasi nyata amanat Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan. Daerah harus menjadi pusat pelestarian nilai adat, seni, dan tradisi. Paluta sudah mengambil langkah tepat,” ujarnya, Senin (24/11).
Dengan mengangkat tema “Paluta Maradat Fest: Padang Lawas Utara Beriman, Cerdas, Maju, Beradat – Festival Budaya sebagai Jembatan Kemajuan Generasi Muda”, kegiatan ini menampilkan beragam pagelaran seni. Lomba kesenian daerah, pertunjukan keagamaan hingga partisipasi pelajar, seniman, budayawan, pondok pesantren, dan lembaga adat menjadikan festival tahun ini lebih inklusif.
Menurut Eva, pelibatan masyarakat secara luas merupakan kunci keberhasilan festival tersebut.
“Ketika pelajar, seniman, dan komunitas adat bergerak bersama, maka budaya daerah tidak hanya dipertontonkan, tetapi diwariskan. Ini yang paling penting,” tegasnya.
Dorong Sektor Parekraf
Selain menjadi wadah pelestarian budaya, festival ini juga diproyeksikan memberi dampak langsung pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) lokal. Eva menyebut bahwa festival seperti ini perlu dikemas sebagai agenda tahunan dan masuk dalam kalender pariwisata daerah.
“Setiap daerah di Sumut memiliki kekayaan budaya khas. Festival Paluta ini harus menjadi agenda berkelanjutan. Dengan promosi yang tepat, Paluta dapat menjadi destinasi budaya yang menarik,” katanya.
Eva turut mengapresiasi dukungan APBD melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Paluta, serta kerja keras panitia dalam merancang dan menyukseskan seluruh rangkaian acara.
Ia juga menyambut baik permohonan panitia agar Wakil Bupati Paluta membuka festival secara resmi, menilai bahwa kehadiran pimpinan daerah sangat penting untuk memberikan legitimasi dan energi bagi upaya pelestarian budaya.
“Ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi investasi jangka panjang untuk membangun masa depan Paluta. Saya berharap Festival Budaya 2025 menjadi titik awal kebangkitan kreativitas dan kecintaan masyarakat terhadap budaya sendiri,” ujarnya.
Festival Budaya Daerah 2025 menjadi bukti bahwa Paluta tidak hanya menjaga warisan leluhur, sekaligus menyiapkan ruang bagi generasi muda untuk terus mencintai, mengembangkan, dan mempromosikan budaya mereka ke tingkat yang lebih luas. (rel)
