![]() |
| Penampakan antrean mengular di SPBU Gajah Mada Medan, Jumat 28 November 2025, dampak kelangkaan BBM pasca-banjir di Kota Medan. Pran Hasibuan/Hastara.id |
MEDAN, HASTARA.ID — Kelangkaan bahan bakar minyak atau BBM mulai menghantui masyarakat Sumatera Utara pasca banjir besar yang melumpuhkan sebagian wilayah pada akhir November 2025.
Antrean kendaraan mengular di berbagai SPBU, aktivitas warga tersendat, dan kecemasan publik kian meningkat. Di tengah situasi rawan ini, Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Sumut, Zeira Salim Ritonga, mendesak Pertamina bertindak cepat sebelum krisis merembet menjadi persoalan sosial dan ekonomi yang lebih luas.
Zeira mengungkapkan bahwa distribusi BBM di Kota Medan dan sekitarnya mengalami gangguan dalam beberapa hari terakhir. Dampaknya langsung terasa: pasokan ke SPBU tersendat, antrean kendaraan memanjang di sejumlah titik, dan keluhan masyarakat melonjak.
“Kita desak Pertamina mengambil langkah cepat merespons kelangkaan BBM di Sumut karena situasi sangat rawan,” tegas Zeira kepada wartawan, Senin (1/12/2025). Ia menilai kondisi ini tak bisa dianggap sekadar keterlambatan distribusi, melainkan ancaman terhadap aktivitas ekonomi dan stabilitas sosial wilayah terdampak.
Menurutnya, kelangkaan BBM telah mengganggu mobilitas masyarakat, pelaku usaha, angkutan umum hingga distribusi logistik. Jika dibiarkan, efek berantainya berpotensi memperparah pemulihan pasca-banjir yang saat ini masih berjalan lambat.
“Distribusi BBM di Medan tersendat dan ini sudah berdampak langsung pada masyarakat. Harus ada penanganan cepat agar antrean panjang tidak terus terjadi,” ujar Zeira.
Zeira juga menyoroti minimnya informasi resmi dari Pertamina yang membuat situasi semakin tidak pasti. Ia menilai komunikasi publik Pertamina belum memadai, sehingga membuka ruang spekulasi dan keresahan.
“Pertamina harus memberi penjelasan terbuka: apa penyebabnya, apa langkah perbaikannya, dan kapan pasokan normal kembali. Masyarakat butuh kepastian, bukan menunggu tanpa informasi,” katanya.
Evaluasi Total Distribusi
Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut itu meminta agar Pertamina melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendistribusian, termasuk memastikan armada pengangkut BBM beroperasi optimal dan tidak terhambat faktor teknis maupun administratif.
Ia juga mengingatkan agar Pertamina mengantisipasi potensi lonjakan permintaan BBM menjelang akhir tahun, terutama karena intensitas mobilitas masyarakat akan meningkat.
“Jangan sampai masyarakat terus mengantre mengular. Itu bukan hanya buang waktu, tapi juga mengganggu aktivitas harian,” ujarnya.
Zeira berharap koordinasi antara Pertamina dan pemerintah daerah dapat ditingkatkan agar kelangkaan BBM di Sumut tidak berkembang menjadi krisis energi lokal. Ia menegaskan bahwa penanganan cepat, transparan, dan terstruktur adalah kunci untuk mengembalikan kondisi pasokan BBM ke situasi normal.
Dengan respons cepat dan langkah konkret, ia yakin gangguan pasokan BBM dapat teratasi dalam waktu dekat, sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas tanpa tekanan tambahan di tengah masa pemulihan pasca-banjir. (prn)
