-->

Pemerintah dan Telkom Terus Mempercepat Pemulihan Telekomunikasi Wilayah Terdampak Bencana

Sebarkan:

 

Menkomdigi RI, Meutya Hafid bersama Dirut PT Telkom, Dian Siswarini saat memberikan keterangan pers usai rakor penanganan akses telekomunikasi di wilayah bencana alam di Balai Monitoring Medan, Senin (1/2). Istimewa/Hastara.id 

MEDAN, HASTARA.ID — Upaya pemulihan jaringan telekomunikasi terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus dipercepat. Langkah pemulihan cepat dan optimalisasi konektivitas darurat ini, guna memastikan masyarakat di wilayah terdampak dapat tetap terkoneksi.

Direktur Utama PT Telkom, Dian Siswarini mengamini dampak bencana menyebabkan gangguan layanan yang signifikan pada sejumlah kawasan. Hingga saat ini, layanan mobile broadband Telkomsel pada ketiga wilayah tersebut telah pulih 76,5%, sedangkan untuk layanan fixed broadband IndiHome mencapai 79,7% pemulihan. 

"TelkomGroup juga memastikan koordinasi intensif dengan BNPB, BPBD, Kementerian Komunikasi dan Digital, pemerintah daerah, serta berbagai instansi terkait untuk mempercepat normalisasi konektivitas di area prioritas," ujarnya saat temu pers usai Rapat Koordinasi Penanganan Akses Telekomunikasi di Medan, Senin (1/12). Rakor itu dipimpin Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid. 

Sebagai langkah penguatan layanan darurat, Telkom melalui PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) telah mengaktifkan tambahan backup unit layanan satelit Mangostar untuk mendukung konektivitas di 6 posko bencana yang tersebar di Aceh, Sumut, dan 

Sumbar. Penguatan unit layanan satelit difokuskan untuk mendukung aktivitas komunikasi tim teknis TelkomGroup, relawan, dan warga yang mengungsi di posko bencana. Pengoperasian satelit ini memperkuat penggunaan backup IP radio dan jalur alternatif lainnya yang telah lebih dulu diaktifkan sejak bencana terjadi.

Dia menegaskan upaya kolaborasi terus dilakukan dengan pemerintah untuk mempercepat pemulihan layanan. 

"Di sejumlah daerah terdampak, tantangan utama kami adalah akses menuju lokasi dan masalah sumber daya listrik yang tidak stabil. Kerusakan pada jalur transmisi, terutama fiber optik, juga membuat proses perbaikan membutuhkan waktu dan upaya teknis tambahan,” ujarnya. 

TelkomGroup juga dengan sigap menyalurkan dukungan tanggap darurat, konektivitas, dan bantuan kemanusiaan. Sejak bencana alam terjadi, akses internet gratis bagi masyarakat terdampak tersedia di 7 lokasi strategis, yakni Kantor Wilayah Telkom Sumut, Kantor Wilayah Telkom Banda Aceh, Pusat Layanan Telkom Sigili, Kantor Wilayah Telkom Sibolga, Kantor Wilayah Telkom Sumbar, dan Pusat Layanan Telkom Talu dengan mempertimbangkan aspek keamanan aset di lokasi. Sebagai bentuk sinergi TelkomGroup dan instansi, dukungan konektivitas juga disediakan di lokasi Pemprov Aceh-Sumut serta Diskominfo setempat guna memastikan kelancaran posko pemda.

Di sisi lain, bantuan logistik dan sembako berupa bahan makanan, perlengkapan memasak, dan pakaian turut disalurkan bagi masyarakat terdampak serta bantuan dapur umum yang melayani lebih dari 1.300 orang pengungsi. TelkomGroup menyediakan posko tanggap darurat yang berlokasi di AKHLAK Hall Witel Sumut, kantor Witel Aceh dan kantor Witel Sumatra Barat. Selain itu, Telkomsel Emergency Response & Recovery Activity (TERRA) juga tersedia untuk menyalurkan kebutuhan penting bagi masyarakat dan berbagai inisiatif tanggap bencana lainnya. Sebagai dukungan terhadap akses kesehatan, Yakes Telkom sebagai klinik darurat juga disiagakan di posko tanggap darurat TelkomGroup.

“Kami berkomitmen melakukan pemulihan konektivitas secara cepat, aman, dan terkoordinasi. Dengan dukungan layanan satelit, penambahan kapasitas, dan normalisasi konfigurasi lintas provinsi, kami berupaya memastikan masyarakat dapat kembali terhubung secara optimal. Seluruh personel kami bekerja maksimal 24/7 dengan fokus pada area paling kritikal,” pungkas Dian.

TelkomGroup akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna menjaga kelancaran pemulihan layanan telekomunikasi di wilayah terdampak. Masyarakat dapat memperoleh informasi terkait pemulihan jaringan, kantor layanan, dan informasi pelanggan melalui hotline tanggap bencana 0800-111-9000 secara 24 jam dan bebas tarif pulsa.

Menkomdigi RI Meutya Hafid sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah akan terus bersinergi dengan operator untuk melakukan percepatan penanganan konektivitas pasca bencana. 

“Fokus kami adalah memastikan akses telekomunikasi di seluruh wilayah terdampak segera pulih agar masyarakat dapat kembali berkomunikasi. Pemerintah juga optimistis layanan kembali normal dalam lima hari kedepan seiring dengan pemulihan listrik di wilayah terdampak,” ucapnya. (rel)


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini