-->

Warga Keluhkan Sampah Menggunung Pasca Banjir, Rico Waas Akui Pemulihan Belum Optimal

Sebarkan:

 

Wali Kota Medan Rico Waas menjawab wartawan usai menjenguk pasien korban banjir di Rumah Sakit Hermina, Jumat, 5 Desember 2025. Pran Hasibuan/Hastara.id 

MEDAN, HASTARA.ID — Dampak turunan pasca banjir yang menerjang hampir semua wilayah Kota Medan, mulai dikeluhkan masyarakat. Salah satunya soal penumpukan sampah di lingkungan tempat tinggal mereka. 

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, memahami akan hal ini. Karenanya selain percepatan pemulihan pasca banjir, pihaknya terus bergerak dalam hal menangani persoalan sampah di lingkungan warga. 

"Memang banjir yang terjadi cukup merata. Untuk itu sekarang kita sedang fokus melakukan pembenahan di segala lini, termasuk penanganan sampah,” ujarnya menjawab wartawan usai menjenguk pasien korban banjir di Rumah Sakit Hermina Medan, Jumat sore, 5 Desember 2025. 

Rico Waas juga mengakui bahwa penumpukan sampah terus terjadi di banyak titik meski telah berkali-kali dibersihkan. Kondisi ini dipicu oleh warga yang terus mengeluarkan barang-barang rusak dari dalam rumah, sehingga volume sampah meningkat tajam.

"Segala upaya pemulihan masih terus kami lakukan, mohon doanya supaya kondisi masyarakat kita segera normal kembali," tuturnya. 

Menurutnya persoalan lain pasca banjir yaitu meningkatnya kasus penyakit pascabencana. Selama di Rumah Sakit Hermina, wali kota mengungkapkan bahwa gelombang pasien pascabanjir menunjukkan dampak kesehatan yang cukup memprihatinkan. Mayoritas pasien adalah anak-anak dan lansia, dengan penyakit yang umum muncul seperti ISPA, tipus, diare, hingga keracunan obat.

“Pertama kali masuk laporannya ada 40 pasien. Sekarang sudah menurun menjadi 11 pasien yang masih dirawat,” kata Rico. 

Ia menegaskan perlunya memastikan kualitas pelayanan rumah sakit tetap optimal di tengah tekanan akibat bencana.

Pemko Kota Medan, ujar Rico, mendorong setiap fasilitas kesehatan mempertahankan mutu layanan agar warga yang dirawat dapat segera pulih dan kembali beraktivitas. Di luar penanganan kesehatan dan kebersihan, Rico juga menginstruksikan camat, lurah, hingga kepala lingkungan untuk memastikan rumah-rumah warga terdampak banjir tetap aman, terutama yang masih kosong karena belum bisa ditempati kembali.

“Camat dan lurah harus memastikan rumah-rumah warga kita dalam kondisi aman,” tegasnya.

Pernyataan wali kota menegaskan bahwa proses pemulihan masih jauh dari kata selesai. Penanganan sampah yang terus menumpuk dan tingginya kasus penyakit menunjukkan adanya tantangan struktural yang perlu dibenahi. Selain respons darurat, publik juga menantikan langkah jangka panjang berupa perbaikan drainase, mitigasi banjir, hingga penataan kawasan rawan. Di tengah kondisi ini, Pemko Medan dituntut memastikan bahwa pemulihan bukan hanya bersifat reaktif, tetapi juga mampu mengurangi risiko bencana berulang di masa mendatang. (prn)


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini