Kegiatan donor darah ini sepenuhnya diinisiasi dan dilaksanakan mahasiswa STIK-P Medan sebagai bagian dari praktik perkuliahan, di Aula Hj Ani Idrus, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Rabu (7/1/2026). Aksi sosial ini mendapat dukungan penuh dari pimpinan perguruan tinggi dan para dosen.
Ketua STIK-P Medan, Dr Sahkyan Asmara MSP menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan aplikasi nyata dari ilmu yang diperoleh mahasiswa selama mengikuti perkuliahan di bangku kampus.
Menurutnya, donor darah tersebut terintegrasi dengan mata kuliah Retorika dan Protokoler yang diasuh dosen Suprapti Indah Putri, serta didukung mata kuliah lain yang mendorong mahasiswa untuk melakukan praktik lapangan.
"Ini adalah bentuk aplikasi pengetahuan mahasiswa. Mereka tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mempraktikkan nilai komunikasi, kepemimpinan, dan empati sosial melalui kegiatan kemanusiaan," ujar Sahkyan.
Ia menegaskan, kegiatan donor darah tersebut dikaitkan langsung dengan kondisi kebencanaan yang melanda sejumlah daerah di Pulau Sumatera, sehingga mahasiswa didorong untuk peka terhadap situasi sosial dan kemanusiaan di sekitarnya.
Para pendonor darah dalam kegiatan ini berasal dari kalangan mahasiswa STIK-P Medan sendiri, dosen, keluarga dosen, serta masyarakat umum yang turut berpartisipasi.
Seluruh pelaksanaan donor darah dilakukan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan, yang menyambut baik inisiatif kemanusiaan dari civitas akademika STIK-P Medan.
Sahkyan mengaku bangga atas keterlibatan aktif mahasiswa dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya menjalankan aktivitas kemahasiswaan bersifat ekstrakurikuler, tetapi juga mengambil peran strategis dalam aksi kemanusiaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
"Kegiatan ini menjadi sarana pembentukan karakter mahasiswa agar peduli terhadap sesama, memiliki empati sosial, serta menjadikan nilai kemanusiaan sebagai titik berat dalam setiap aktivitasnya," kata Sahkyan.
Mewakili Ketua PMI Medan Musa Rajekshah, Wakil Pimpinan PMI Kota Medan, Maulana Bhaihaki, menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar STIK-P Medan atas pelaksanaan kegiatan donor darah tersebut.
Maulana mengungkapkan, ketersediaan darah di Kota Medan sempat mengalami kekosongan pada beberapa golongan darah. Oleh karena itu, partisipasi mahasiswa dan sivitas akademika STIK-P Medan dinilai sangat membantu pemenuhan stok darah.
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini darah belum dapat diproduksi di luar tubuh manusia. Kebutuhan darah sepenuhnya bergantung pada kerelaan dan kepedulian manusia untuk mendonorkan darahnya bagi sesama yang membutuhkan.
"Donor darah tidak mengenal suku, agama, atau hubungan keluarga. Bahkan keluarga kandung pun belum tentu memiliki kecocokan golongan darah. Karena itu, setiap tetes darah sangat berarti bagi keselamatan pasien," ujarnya.
Selain menyelamatkan nyawa orang lain, Maulana menjelaskan bahwa donor darah juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonor, termasuk membantu regenerasi sel darah dan berpotensi memperpanjang usia.
Ia menambahkan, setiap pendonor darah juga akan melalui pemeriksaan kesehatan, sehingga donor darah sekaligus menjadi sarana deteksi dini terhadap sejumlah penyakit.
Melalui kegiatan ini, PMI Kota Medan berharap kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda dan kalangan mahasiswa, semakin meningkat untuk rutin mendonorkan darah sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan kepedulian sosial.
Kegiatan donor darah yang digelar mahasiswa STIK-P Medan tersebut diharapkan dapat menjadi contoh kolaborasi positif antara dunia pendidikan dan lembaga kemanusiaan dalam merespons kebutuhan sosial, terutama di tengah situasi bencana alam yang masih melanda sejumlah wilayah di Sumatera. (rel)
