![]() |
| Wali Kota Medan, Rico Waas menyematkan jengkol secara simbolik kepada seorang camat yang dilantik di balai kota pada Senin, 23 Februari 2026. Istimewa/Hastara.id |
Pengisian sekaligus perombakan besar-besaran ini mencakup jabatan camat, lurah, sekretaris dinas, kepala bidang, kepala seksi hingga kepala UPT di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).
Pelantikan yang digelar di halaman tengah Balai Kota Medan itu bertepatan dengan hari kelima Bulan Suci Ramadan. Momentum tersebut, menurut Rico, menjadi titik awal penguatan integritas sekaligus percepatan reformasi birokrasi di awal tahun 2026.
Dihadapan pejabat eselon III dan IV yang dilantik, baik dari jajaran OPD maupun kewilayahan, Rico menegaskan bahwa pelantikan kali ini merupakan salah satu yang terbesar sepanjang masa kepemimpinannya. Namun ia menekankan, jumlah bukanlah tujuan utama.
“Ini bukan sekadar mencari jabatan. Jabatan strategis kami tempatkan kepada orang-orang yang kami anggap mampu menjalankannya,” tegas dia.
Rico menilai Ramadan bukan alasan untuk memperlambat kinerja. Justru sebaliknya, bulan suci harus menjadi energi moral untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Memasuki tahun kedua kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota H Zakiyuddin Harahap, ia meminta seluruh pejabat yang baru dilantik segera bekerja cepat.
“Siap?” serunya. “Siap!” jawab para pejabat serempak.
Ia mengingatkan, tugas utama pejabat wilayah adalah membenahi persoalan mendasar kota, mulai dari kebersihan, kualitas pelayanan publik hingga respons cepat terhadap keluhan warga. Seluruh aparatur diminta bekerja sigap, loyal, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Kita ini pelayan masyarakat. Mendengar, melindungi, dan melayani warga Kota Medan dengan sebaik-baiknya,” ujar dia.
Dalam arahannya, Rico juga menekankan komitmen terhadap integritas. Ia memastikan tidak ada praktik mahar jabatan dalam proses pelantikan tersebut. Para pejabat, kata dia, hanya diminta membuktikan kinerja dan tanggungjawabnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa jabatan bukanlah sesuatu yang permanen. Setiap pelanggaran hukum atau tindakan yang mencederai nama baik pemerintah akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
Rico mengakui, dalam rotasi dan promosi jabatan selalu ada dinamika. Namun ia menegaskan seluruh posisi, baik di tingkat atas maupun bawah, memiliki peran strategis dalam pembangunan kota.
“Setiap jabatan itu penting. Bekerjalah sebaik-baiknya demi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara,” pesannya.
Pelantikan ditutup dengan seruan khas yang kini menjadi semboyan kepemimpinannya.
“Medan untuk semua!” teriak Rico. “Semua untuk Medan!” jawab hadirin lantang, menandai dimulainya babak baru penataan birokrasi di Kota Medan. (has)
