-->

DPRD Medan Dorong Kolaborasi Pusat-Daerah Atasi Banjir, Butuh Anggaran Rp7,5 Triliun

Sebarkan:

 

Suasana pertemuan di Balai Kota Medan bersama Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Anggota DPR RI M Lokot Nasution, BBWS Sumatera II, serta sejumlah OPD dan pemangku kepentingan membahas persoalan banjir di wilayah Sumut, Selasa (10/2/2026). Istimewa/Hastara.id

MEDAN, HASTARA.ID — Penanganan banjir di Kota Medan kembali menjadi sorotan. Ketua Komisi IV DPRD Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat untuk merealisasikan program normalisasi sungai secara menyeluruh.


Hal itu disampaikannya dalam pertemuan di Balai Kota Medan bersama Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Anggota DPR RI M Lokot Nasution, Anggota DPRD Medan Ahmad Affandi, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan pemangku kepentingan, Selasa (10/2/2026).


Dalam pertemuan tersebut, Paul menekankan perlunya peningkatan koordinasi lintas pemerintahan, termasuk dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan pemerintah pusat, guna mempercepat realisasi normalisasi dan perbaikan tanggul lima sungai di Kota Medan.


“Kolaborasi ini sangat penting, terutama terkait pembiayaan. Kemampuan APBD Kota Medan terbatas, sehingga diperlukan dukungan anggaran dari pemerintah pusat,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.


Ia juga mendorong agar Pemko Medan bersikap terbuka terkait kondisi keuangan daerah, sehingga upaya pengajuan bantuan anggaran dapat dilakukan secara realistis dan terukur.


Paul berharap para legislator, baik di tingkat provinsi maupun pusat, dapat bersama-sama memfasilitasi dan memperjuangkan tambahan anggaran untuk program pengendalian banjir tersebut.


Menurutnya, kebutuhan anggaran untuk normalisasi satu sungai diperkirakan mencapai Rp1,5 triliun. Dengan target lima sungai, total anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp7,5 triliun—angka yang dinilai tidak mungkin ditanggung sepenuhnya oleh APBD Kota Medan.


“Karena itu, komunikasi dan koordinasi harus terus ditingkatkan. Kita mulai dari langkah-langkah bertahap agar solusi penanganan banjir bisa segera terealisasi,” pungkasnya. (has)


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini