![]() |
| Erfin Fakhrur Razi saat dilantik sebagai Kepala Inspektorat Daerah Kota Medan pada Rabu, 10 September 2026. Istimewa/Hastara.id |
MEDAN, HASTARA.ID — Tren masuknya aparatur sipil negara (ASN) lintas daerah ke lingkungan Pemerintah Kota Medan terus berlangsung. Setelah isu dugaan “jalur orang dalam” menyeret nama Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdako Medan, kini giliran Inspektur Daerah Kota Medan, Erfin Fakhrur Razi, yang disebut-sebut berada di balik arus mutasi ASN “impor” tersebut.
Informasi yang dihimpun menyebut, Erfin diduga berperan dalam memuluskan kepindahan sejumlah ASN dari luar daerah ke Pemko Medan. Salah satu nama yang lebih dulu mencuat adalah Weldan Prahasandhika Yudha alias Wildan, ASN asal Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara. Wildan dan Erfin disebut merupakan rekan satu angkatan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), yakni angkatan ke-17.
Kepindahan Wildan sendiri telah divalidasi oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Medan, Subhan Fajri Harahap. Ia memastikan Wildan resmi pindah ke Pemko Medan sejak 1 Januari 2026, meski tak merinci penempatannya di organisasi perangkat daerah (OPD) mana.
Namun, sumber internal Pemko Medan menyebut, peran Erfin tidak berhenti pada satu nama. Tiga ASN lain dikabarkan turut bermigrasi ke Medan dan diduga merupakan “bawaan” sang Inspektur.
Mereka adalah Zulfadli Prawira Matondang (asal Pemko Tebingtinggi), Muhammad Farhan Azhar Parinduri (asal Pemko Sibolga), dan Hadi Rahmad Harahap (asal Pemkab Serdang Bedagai). Hasil penelusuran menunjukkan, Zulfadli merupakan alumni IPDN angkatan 17, lulus sekitar 2019, dan pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Politik Dalam Negeri pada Kesbangpol Kota Tebingtinggi pada Juli 2025.
Muhammad Farhan Azhar Parinduri disebut alumni IPDN angkatan 29 (lulusan 2022), sementara Hadi Rahmad Harahap hingga akhir Desember 2025 tercatat menjabat Kabid Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah pada Bapperida Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).
“Walaupun berbeda angkatan, tapi keluarga besar IPDN punya ikatan kuat. Di situ irisannya,” ujar sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Sumber itu juga menyinggung relasi personal Erfin dengan Wali Kota Medan, Rico Waas, yang pernah bersekolah bersama di SMA Negeri 2 Medan. Kedekatan tersebut diduga memperlancar akses mutasi ASN lintas daerah.
“Manalah mungkin tanpa peran ‘orang dalam’ punya akses masuk. Sepertinya kedekatan itu dimanfaatkan. Coba konfirmasi ke BKPSDM,” ucapnya.
Ia menambahkan, mutasi lintas daerah jarang sekadar perpindahan biasa. Biasanya, ada jaminan posisi strategis yang menjadi daya tarik utama.
“Mana pula mau pindah kalau tidak punya jabatan. ASN lama di pemko menjadi resah. Seolah wali kota tidak percaya dengan kualitas ASN internal, padahal stok SDM cukup banyak, termasuk yang dinonjobkan sebelumnya,” pungkas sumber.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Medan, Subhan Fajri Harahap, membenarkan atas nama ketiga ASN dimaksud sedang atau sudah diproses perpindahannya ke Pemko Medan.
Subhan Fajri juga mengamini bahwa Zulfadli Prawira Matondang asal Pemko Tebingtinggi, Muhammad Farhan Azhar dari Pemko Sibolga, dan Hadi Rahmad Harahap asal Pemkab Sergai. Namun ia kembali membantah bahwa ketiganya merupakan 'bawaan' alias 'digendong' oleh Inspektur Erfin Fakhrur Razi.
"Tidak benar," ujarnya menjawab wartawan, Jumat (13/2/2026).
Subhan enggan menyebut sejak kapan mereka masuk dan merinci ke OPD mana ditempatkan atau 'diparkirkan' saat ini. Termasuk soal isu ketiganya bakal diproyeksikan mengisi jabatan struktural di Pemko Medan.
"Kalau pindahnya betul, tapi parkirnya tidak," ujarnya.
Erfin Fakhrur Razi justru bersikap pasif. Pesan konfirmasi yang dilayangkan pada Jumat pagi (13/2/2026) hingga berita ini diterbitkan redaksi, belum mendapat respons olehnya. Begitupun saat dihubungi ke nomor WhatsApp-nya, ia ogah mengangkat. Termasuk soal relasi dengan Wildan, Erfin sebelumnya tidak menjawab tegas. Ia hanya menyebut tidak punya kepentingan apa pun terhadap mutasi Wildan ke Pemko Medan.
"Saya pastikan saya sama sekali tidak pernah merekomendasikan dan tidak punya kepentingan apapun terhadap yang bersangkutan," ucapnya menjawab wartawan, Kamis (29/1/2026).
Dia berdalih saat ini hanya ingin fokus melaksanakan tugas-tugas pembinaan dan pengawasan untuk mendukung visi wali kota dan wakil wali kota.
"Mohon support dari rekan-rekan media untuk membangun suasana yang kondusif agar seluruh jajaran bisa fokus bekerja untuk pembangunan kota kita," pungkas Erfin.
Erfin Fakhrur Razi dilantik Rico Waas pada 10 September 2025. Sebelumnya, ia mengikuti proses seleksi terbuka pengisian JPTP untuk perangkat daerah Inspektorat. Erfin diketahui pernah berkarier dalam jabatan eselon III di Inspektorat Kabupaten Sergai. (has)
