-->

Johannes Hutagalung Ingatkan BPJS Kesehatan: Jangan Monopoli Apotek Layanan Obat PRB

Sebarkan:

 

Anggota Komisi II DPRD Medan, Johannes Maratua Hutagalung. Istimewa/Hastara.id

MEDAN, HASTARA.ID — Anggota Komisi II DPRD Medan, Johannes Maratua Hutagalung, menyoroti kinerja BPJS Kesehatan dalam pelayanan obat bagi pasien Program Rujukan Balik (PRB). Ia mengingatkan agar tidak terjadi praktik monopoli dalam penunjukan apotek mitra.

Johannes mempertanyakan keseriusan BPJS Kesehatan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan, khususnya bagi pasien PRB yang membutuhkan akses obat secara mudah dan cepat.

“Di saat Pemko Medan terus berinovasi memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, khususnya pasien prasejahtera, BPJS Kesehatan justru terkesan mempersulit pasien dalam memperoleh obat,” ujarnya menjawab wartawan, Senin (9/2/2026).

Menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, persoalan muncul dari sistem penunjukan apotek mitra BPJS yang dinilai tidak fleksibel. Pasien PRB diarahkan mengambil obat hanya di apotek tertentu, yang dalam praktiknya kerap tidak memberikan pelayanan optimal.

Ia mengungkapkan, sejumlah apotek mitra justru memiliki jam operasional terbatas, bahkan sering tutup di luar waktu yang dibutuhkan pasien. Kondisi ini membuat pasien PRB kesulitan mendapatkan obat secara tepat waktu.

“Apotek mitra ini buka tidak menentu, lambat buka dan cepat tutup. Ini jelas menghambat pasien PRB dalam memperoleh obat yang mereka butuhkan,” tegas Johannes.

Ia mencontohkan salah satu apotek mitra di kawasan Medan Selayang yang disebut memiliki jam operasional tidak ideal, sehingga memperparah akses layanan bagi pasien.

Atas kondisi tersebut, Johannes menilai BPJS Kesehatan Medan belum sepenuhnya mendukung upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang tengah digencarkan pemerintah daerah.

Ia mendesak agar BPJS Kesehatan melakukan evaluasi terhadap sistem kemitraan apotek, termasuk membuka peluang bagi lebih banyak apotek untuk terlibat agar tidak terjadi praktik monopoli.

“Apotek mitra harus memberikan pelayanan maksimal, bahkan jika perlu buka 24 jam. Jangan ada monopoli yang justru merugikan masyarakat,” pungkasnya. (has)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini