-->

Kadisdik Sumut Buka Suara Soal Proyek Lift Rp4,9 Miliar: Bukan Keputusan Mendadak

Sebarkan:

 

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Alexander Sinulingga saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa, 24 Februari 2026. Istimewa/Hastara.id 
MEDAN, HASTARA.ID — Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Alexander Sinulingga, menegaskan bahwa pengadaan lift senilai Rp4,9 miliar di instansinya telah melalui proses perencanaan dan bukan keputusan mendadak. 

Menurutnya, proyek tersebut merupakan bagian dari penataan fasilitas gedung secara bertahap, setelah rencana renovasi total kantor dikaji ulang karena keterbatasan anggaran.

“Kami memang sempat merencanakan renovasi menyeluruh gedung empat lantai ini agar lebih representatif. Namun dengan kondisi fiskal saat ini, tentu harus disiasati dan mempertimbangkan asas manfaat,” ujar Alexander kepada wartawan, Selasa (24/2).

Ia mengatakan di tengah situasi sejumlah daerah yang terdampak bencana, pihaknya tetap menjaga sensitivitas dalam penggunaan anggaran. Karena itu, pembenahan fasilitas kantor dilakukan berdasarkan skala prioritas.

“Dari sekian banyak item yang perlu dibenahi, kami mulai dari yang paling prioritas, dengan anggaran paling minimal, tetapi berdampak langsung terhadap keselamatan dan kelayakan,” ucapnya.

Utamakan Sistem dan Keselamatan

Sebelum penggantian lift, Disdik Sumut lebih dulu melakukan pembenahan sistem mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP). Tahap berikutnya adalah penggantian lift yang dinilai sudah tidak layak operasional.

Alexander mengungkapkan, usia lift yang saat ini digunakan telah mencapai sekitar 20 tahun. Kondisinya, kata dia, menimbulkan kekhawatiran dari sisi keselamatan.

“Kalau kita naik lift itu, kondisinya sudah sangat tidak layak. Kami khawatir terjadi kecelakaan. Itu bisa lebih fatal lagi, bahkan berpotensi menjadi persoalan hukum jika terjadi kelalaian,” tegasnya. Di kantor tersebut terdapat tiga unit lift—dua di bagian depan dan satu di bagian belakang. Namun dalam tahap awal, hanya dua unit di bagian depan yang akan diganti.

“Kami tidak memaksakan semuanya diganti sekaligus. Dengan anggaran yang tersedia, dua unit dulu yang diprioritaskan. Lift di belakang belum kami sentuh,” katanya.

Diusulkan Sejak 2025

Alexander juga menepis anggapan bahwa proyek pengadaan lift dilakukan secara tiba-tiba. Ia menyebut usulan tersebut telah diajukan sejak tahun lalu dan masuk dalam perencanaan anggaran.

“Kalau anggaran sudah tersedia tetapi tidak dimanfaatkan untuk kebutuhan mendesak, itu juga tidak tepat. Apalagi ini menyangkut keselamatan pegawai dan masyarakat yang datang,” pungkasnya.

Pantauan di kantor Disdiksu, saat ini hanya satu dari tiga lift yang masih berfungsi. Kondisinya pun tampak kurang prima. Saat digunakan, lift tersebut terasa bergetar sehingga memunculkan kekhawatiran dari sisi kenyamanan maupun keamanan pengguna. (has)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini