-->

BPBD Medan Dorong Rumah Ibadah Jadi Pusat Perlindungan Saat Bencana

Sebarkan:

 

Ketua Tim Kerja Lingkup Kesiapsiagaan sekaligus JF Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda BPBD Medan, Muhammad Yamin Daulay, memberikan materi dalam kegiatan FGD Lintas Agama Komunitas SeaBolga Sumut 2026 di Asrama Haji Medan, Sabtu (7/3). Istimewa/Hastara.id 

MEDAN, HASTARA.ID — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan mendorong penguatan peran masyarakat lintas agama dalam upaya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjadikan rumah ibadah sebagai pusat perlindungan dan koordinasi masyarakat saat terjadi situasi darurat.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Fokus Group Discussion (FGD) Lintas Agama Komunitas SeaBolga Sumut 2026 yang digelar di Asrama Haji Medan, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Memperkuat Kapasitas Masyarakat Lintas Agama dalam Kesiapsiagaan Bencana.”

Dalam forum tersebut, BPBD Kota Medan menghadirkan Ketua Tim Kerja Lingkup Kesiapsiagaan sekaligus JF Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda, Muhammad Yamin Daulay, sebagai pemateri yang mewakili Kepala BPBD Kota Medan Yunita Sari.

Yamin Daulay mengatakan pentingnya kolaborasi antarumat beragama dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap potensi bencana. Menurutnya, rumah ibadah memiliki peran strategis karena berada dekat dengan komunitas dan dipercaya oleh masyarakat.

Yamin Daulay diabadikan dengan para peserta FGD. Istimewa/Hastara.id
“Rumah ibadah dapat difungsikan tidak hanya sebagai tempat beribadah, tetapi juga sebagai pusat perlindungan masyarakat saat terjadi bencana, termasuk untuk koordinasi, evakuasi sementara, hingga penyebaran informasi kebencanaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan tokoh agama dinilai sangat penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Melalui pendekatan berbasis komunitas, pesan-pesan kebencanaan diharapkan lebih mudah diterima oleh masyarakat.

Selain BPBD Kota Medan, FGD tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber lain, yakni dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan Prof Dr H Muhammad Qorib, MA, serta perwakilan Yayasan ILA Education Laila Sari, SPsi, MPd. Kegiatan ini diikuti berbagai kalangan, mulai dari tokoh agama lintas kepercayaan, komunitas masyarakat, hingga masyarakat umum.

Melalui forum diskusi ini, para peserta diharapkan dapat memperkuat sinergi lintas agama dan komunitas dalam membangun budaya tangguh bencana di tengah masyarakat. Pendekatan kolaboratif dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam meminimalkan dampak bencana di wilayah perkotaan seperti Kota Medan. (red)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini