![]() |
| Wakil Ketua DPRD Medan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Rajudin Sagala. Istimewa/Hastara.id |
Sejumlah nama mulai mencuat. Selain Hj Sri Rezeki yang disebut-sebut akan mengisi posisi strategis, nama Rajuddin Sagala, turut dikabarkan berpotensi terdampak dalam pergeseran tersebut.
Isu ini tidak lagi sekadar kabar angin. Di lingkungan internal DPRD Medan, wacana rotasi jabatan tersebut telah menjadi perbincangan hangat.
Dikonfirmasi pada Selasa (31/3), Rajuddin Sagala tidak membantah adanya proses pergeseran jabatan di internal partainya. Ia menyebut rotasi sebagai hal lumrah dalam dinamika organisasi PKS.
“Rotasi itu hal biasa di PKS. Sebagai kader, kami harus siap ditempatkan di posisi mana pun, baik di dalam maupun di luar struktur,” ujarnya menjawab wartawan.
Meski demikian, Rajuddin tidak mengungkap secara rinci alasan di balik rencana perombakan tersebut. Ia hanya menegaskan bahwa seluruh kader PKS wajib tunduk pada keputusan partai.
“Tidak ada figuritas. Semua kader punya peran. Apa pun keputusan partai, harus diterima karena diyakini membawa kebaikan bagi kader dan partai,” tegas legislator Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Kota Medan.
Sikap tertutup terkait alasan rotasi justru memunculkan berbagai spekulasi. Publik mempertanyakan apakah langkah ini murni bagian dari penyegaran organisasi, atau berkaitan dengan dinamika kekuatan internal partai menjelang agenda politik ke depan. Yang jelas, rencana pergeseran jabatan di Fraksi PKS menjadi sinyal bahwa konfigurasi politik di DPRD Kota Medan masih dinamis. Pergantian posisi pimpinan berpotensi mempengaruhi arah kebijakan serta peta kekuatan di parlemen daerah tersebut. (red)
