Pelepasan pemudik dilakukan langsung Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, didampingi Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap. Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan Impun Siregar, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, Dandenpom I/Medan, perwakilan Dandim 0201/Medan, perwakilan Kejaksaan Negeri Medan, Kepala BPTD Wilayah II Sumut Ariyandi Ariyus, serta Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Suriono bersama sejumlah pimpinan perangkat daerah.
Pada tahun ini, Pemko Medan memberangkatkan 4.000 pemudik dengan 123 armada bus menuju 12 kota tujuan di Sumatera Utara. Pada hari pertama, sebanyak 65 bus diberangkatkan membawa 2.100 penumpang, sementara 1.900 pemudik lainnya akan diberangkatkan pada hari berikutnya menggunakan 58 bus.
Dalam sambutannya, Rico Waas mengatakan program Mudik Bareng merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap tingginya antusiasme masyarakat untuk pulang kampung saat perayaan Idulfitri.
Menurutnya, tradisi mudik telah menjadi bagian penting dari budaya masyarakat Indonesia karena menjadi momentum untuk bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman.
“Tradisi mudik ini selalu dilakukan masyarakat Indonesia. Setiap tahun orang pulang untuk menjenguk keluarga dan sanak saudara. Itu menjadi hal yang penting bagi masyarakat kita,” kata Rico.
Ia menambahkan, pertemuan dengan keluarga menjadi salah satu hal yang membuat perayaan Idulfitri terasa lebih lengkap dan bermakna.
“Lebaran terasa lengkap ketika kita bisa bertemu keluarga, saling bermaaf-maafan, bertemu orang tua jika masih ada, dan menghabiskan waktu bersama di kampung halaman,” ujarnya.
Melihat tingginya minat masyarakat mengikuti program tersebut, Rico Waas menyebut Pemko Medan berencana menambah kuota pemudik pada tahun-tahun mendatang.
“Jumlah ini memang belum sepenuhnya bisa mengakomodasi semua masyarakat yang ingin ikut mudik gratis. Karena itu, ke depan kita berencana menambah kuotanya,” ungkapnya.
Rico juga mengingatkan para pengemudi bus agar selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan.
“Kami titip kepada para pengemudi bus untuk selalu berhati-hati. Jarak tempuh perjalanan cukup panjang, sehingga kondisi kesehatan dan kewaspadaan pengemudi harus benar-benar dijaga,” pesannya.
Menurutnya, keselamatan para pemudik sangat bergantung pada kondisi pengemudi selama perjalanan.
“Pengemudi harus sehat dan fokus, karena keselamatan para penumpang kuncinya ada di mereka,” tegasnya.
Pemko Medan mengapresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut, mulai dari Dinas Perhubungan, Organda, Jasa Raharja hingga unsur TNI dan Polri yang turut memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan para pemudik.
Menutup sambutannya, Rico menyampaikan ucapan selamat merayakan Idulfitri 1447 Hijriah kepada seluruh warga yang akan pulang ke kampung halaman.
“Selamat bertemu sanak keluarga di kampung halaman. Semoga perjalanan ini membawa kebahagiaan dan seluruh pemudik sampai ke tujuan dengan selamat,” ucapnya.
Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Suriono menjelaskan program Mudik Bareng tahun ini melayani 12 kota tujuan, yakni Pakpak Bharat, Sidikalang, Sibolga, Sipirok, Kota Pinang, Padangsidimpuan, Tarutung, Panyabungan, Natal, Rantau Prapat, Sibuhuan, dan Gunung Tua.
Secara nasional, program mudik tahun ini mengusung tema “Mudik Aman, Keluarga Senang”, yang menekankan pentingnya keselamatan perjalanan bagi seluruh pemudik.
Menurut Suriono, berbagai langkah telah dilakukan untuk memastikan keselamatan perjalanan, termasuk ramp check terhadap armada bus dan pemeriksaan kesehatan para pengemudi.
“Seluruh armada dan pengemudi telah melalui pemeriksaan teknis, keselamatan, serta kesehatan. Insyaallah semuanya telah memenuhi persyaratan untuk mengangkut masyarakat Kota Medan dalam program mudik gratis ini,” pungkasnya. (has)
