Langkah ini ditegaskan sebagai tindak lanjut arahan Gubernur Sumut, Bobby Nasution guna mengatasi kelangkaan dan disparitas harga di sejumlah daerah.
Kepala Dinas Perindag ESDM Sumut, Dedi Jaminsyah Putra Harahap, menegaskan penguatan pengawasan dilakukan secara terpadu bersama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) dan para pemangku kepentingan lainnya.
Pemerintah daerah, kata dia, tidak hanya memantau ketersediaan tetapi juga memastikan alur distribusi berjalan sesuai ketentuan.
"Kami diperintahkan langsung oleh bapak gubernur untuk memperketat pengawasan distribusi. Ini penting agar pasokan benar-benar sampai ke masyarakat dan tidak terhambat di jalur distribusi," ujar Dedi JP Harahap menjawab wartawan usai rapat koordinasi di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Selasa (28/4/2026).
Menurutnya, kolaborasi dengan Bulog menjadi salah satu kunci utama dalam memastikan distribusi Minyakita menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah yang selama ini mengalami kekurangan pasokan.
"Kolaborasi dengan Bulog menjadi kunci agar distribusi bisa merata. Kami juga menekan produsen agar menyalurkan Minyakita sesuai ketentuan, termasuk melalui Bulog," katanya.
Dedi menegaskan, produsen tidak boleh hanya fokus pada wilayah tertentu yang dinilai menguntungkan. Pemerintah akan terus melakukan pengawasan ketat agar distribusi berjalan adil dan tidak menimbulkan ketimpangan di pasar.
"Produsen punya tanggungjawab memastikan pasokan tidak tersendat. Kami akan terus monitor dan cari solusi agar distribusi ini benar-benar lancar dan merata," ucapnya.
Upaya memperkuat pengawasan, pihaknya turut melibatkan tim dari pusat. Kepala BPTN Medan, Friendy Negarawan, mengungkapkan bahwa secara nasional pasokan Minyakita sebenarnya dalam kondisi cukup. Namun persoalan utama saat ini terletak pada distribusi yang belum merata di daerah.
"Dari sisi pasokan, Minyakita tersedia. Yang jadi persoalan adalah distribusinya. Ini yang sedang kami awasi bersama," ujarnya.
Friendy menambahkan, Kementerian Perdagangan bersama tim akan turun langsung memonitor jalur distribusi guna mencegah penumpukan barang di satu wilayah, sementara daerah lain mengalami kekosongan.
"Saat ini baru sekitar empat kabupaten/kota yang pasokannya relatif terjaga. Sisanya masih perlu perhatian serius agar tidak terjadi kelangkaan dan lonjakan harga," katanya.
Ia menegaskan, pengawasan distribusi akan terus diperkuat melalui koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, Bulog, dan produsen.
Dengan langkah ini, Pemprov Sumut optimistis distribusi Minyakita dapat kembali normal, kelangkaan teratasi, serta harga di pasaran menjadi lebih stabil di seluruh wilayah Sumut. (has)
