![]() |
| Akibat hujan deras warung dan Jalan Diponegoro Kota Tarutung terendam banjir, Sabtu (18/4/2026). O. Sihombing/Hastara.id |
TAPUT, HASTARA.ID — Hujan deras yang mengguyur Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sabtu, 18 April 2026, menyebabkan banjir di sejumlah titik pusat kota. Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 30 sentimeter, namun tidak menimbulkan korban jiwa.
Pantauan Hastara.id sekitar pukul 16.15 WIB menunjukkan genangan air merendam ruas jalan utama, termasuk jalur strategis menuju Sibolga. Kondisi ini mengganggu arus lalu lintas dan aktivitas warga.
Banjir tersebut diduga dipicu oleh buruknya sistem drainase di kawasan perkotaan. Meski di bagian hilir terdapat Sungai Aek Sigeaon, aliran air dari pusat kota tidak mengalir optimal ke badan sungai, sehingga meluap ke jalanan.
Seorang warga, Putra Nainggolan, mengaku terkejut dengan kejadian ini. Ia menyebut banjir dengan ketinggian seperti itu baru pertama kali terjadi di pusat kota selama puluhan tahun terakhir.
“Baru kali ini saya melihat banjir setinggi ini di pusat kota. Padahal di hilir ada Sungai Aek Sigeaon, seharusnya air bisa langsung mengalir ke sana,” ujarnya.
Menurut Putra, salah satu penyebab utama adalah tidak optimalnya fungsi drainase dan gorong-gorong. Ia menyoroti kondisi saluran air di Jalan Diponegoro, tepatnya di samping Kantor Inspektorat Tarutung, yang disebut mengalami penyumbatan.
“Saya sudah masuk ke dalam gorong-gorong dan melihat langsung adanya sumbatan batu. Hal ini sudah saya laporkan ke pihak kebersihan untuk segera ditindaklanjuti,” ungkapnya.
Warga berharap Pemkab Taput segera melakukan pembenahan sistem drainase secara menyeluruh guna mencegah banjir serupa kembali terjadi, terutama di kawasan pusat kota yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. (os)
