Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menegaskan bahwa momentum Hari Kartini harus dimaknai sebagai dorongan untuk meningkatkan kapasitas diri di era digital. Menurutnya, Kartini BISA Fest tidak hanya melibatkan perempuan, tetapi juga laki-laki dalam mendorong kesetaraan dan kolaborasi.
“Momentum ini mengingatkan kita untuk mengadaptasi nilai perjuangan Kartini dalam kehidupan modern yang serba digital. Penting bagi kita untuk terus belajar dan memanfaatkan teknologi agar dapat memberikan dampak lebih luas,” ujarnya.
Kartini BISA Fest menghadirkan berbagai program terintegrasi, mulai dari bazar kuliner yang melibatkan 40 UMKM perempuan, seminar keamanan siber yang diikuti lebih dari 350 peserta, hingga pelatihan pemanfaatan kecerdasan artifisial/buatan (AI) untuk mendukung pemasaran digital dan produksi konten kreatif.
Kegiatan ini juga menjadi implementasi budaya perusahaan “BISA” (Bravery, Integrity, Service Excellence, Agility) yang menekankan kolaborasi dan inovasi. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Telkom terus memperluas pembinaan UMKM berbasis digital.
Dari total lebih dari 112.000 UMKM binaan Telkom, sebanyak 73.152 di antaranya merupakan pelaku usaha perempuan. Upaya ini diarahkan untuk menciptakan ekosistem digital yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Sebagai langkah konkret meningkatkan daya saing produk, Telkom juga menyalurkan bantuan melalui program Packfest berupa 500.000 cetak kemasan serta memfasilitasi sertifikasi halal gratis bagi 2.250 UMKM perempuan.
Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat aspek branding sekaligus legalitas produk agar mampu bersaing di pasar nasional maupun global. Tak hanya itu, program ini turut menjangkau pelaku UMKM disabilitas sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan akses yang setara dalam transformasi digital.
Dian Siswarini turut menyerahkan secara simbolis bantuan sertifikasi halal dan hibah kemasan kepada perwakilan UMKM binaan.
Data Kementerian Komunikasi dan Digital tahun 2025 mencatat sekitar 64,5 persen atau 37 juta pelaku UMKM di Indonesia dijalankan oleh perempuan. Namun, tantangan masih ada, terutama terkait legalitas dan standardisasi produk.
Data Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal menunjukkan baru sekitar 35 persen UMKM yang memiliki sertifikasi halal.
Dian menegaskan, Telkom berkomitmen memperluas akses dan literasi digital bagi masyarakat.
“Melalui digitalisasi dan standardisasi, kami berharap UMKM binaan tidak hanya tumbuh mandiri, tetapi juga mampu menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas,” katanya. (rel)
