MEDAN, HASTARA.ID — Perbaikan tata kelola perparkiran di Kota Medan ternyata belum sesuai harapan warga dan Wali Kota, Rico Waas. Juru parkir atau jukir, ternyata masih sesuka hati menetapkan tarif kepada warga, tidak menggunakan bad pengenal bahkan rompi yang sudah disesuaikan Dinas Perhubungan.
Hal tersebut dialami langsung oleh warga Medan saat ingin menikmati suasana malam dalam Car Free Night atau CFN pada Sabtu malam (25/4/2026) di kawasan Jalan Kesawan/Jalan Ahmad Yani.
Usai memarkirkan kendaraan roda duanya, warga mengaku diberikan karcis parkir pada secarik kertas kecil untuk dituliskan plat sepeda motornya.
"Jukir sudah menuliskan plat kendaraan saya di kertas itu, lalu menagih retribusi parkir Rp3 ribu. Katanya karena event makanya harga parkir saat itu Rp3 ribu," ujar Aris Harahap, warga Medan kepada Hastara.id, Minggu (26/4).
Mulanya, ungkap Aris, jukir mengaku tidak memiliki karcis resmi dari Dishub Medan. Begitupun saat ditanyakan mana bad pengenal dan rompinya, ia tampak mengelak.
"Nah, setelah saya bilang akan memfotokan wajahnya dan karcis parkir yang akan diberikan, barulah ia bereaksi merogoh tas kecilnya dan langsung mengeluarkan karcis parkir resmi yang tertera nilai retribusi untuk sepeda motor Rp2 ribu. Mukanya pun langsung berubah sinis melihat saya," ungkapnya.
Minim Kantong Parkir
Kesempatan itu ia turut menyoroti soal minimnya kantong parkir di area CFN untuk sepeda motor. Penataan parkir di kawasan tersebut, menurut Aris, tampak amburadul karena kendaraan roda empat juga ikut masuk ke area-area parkir roda dua.
"Beserak kali menurutku penataan parkirnya, padahal di tiap-tiap titik ada terlihat berjaga petugas dari Dishub Medan. Ini tentu harus ada evaluasi dari dinas-dinas terkait dan panitia Car Free Night," pungkasnya.
Tindak Langsung
Merespons masih belum beresnya tata kelola parkir di Kota Medan, terutama di kawasan CFN yang kembali bergulir, Wali Kota Rico Waas menegaskan bahwa oknum jukir yang masih tak patuh dengan ketentuan, agar segera ditindak tegas.
"Langsung ditindak saja dan tempatkan personel di sana," ujar Rico menjawab wartawan, Senin (27/4/2026).
Rico menekankan kepada Kadishub Medan yang baru, Irsan Idris Nasution, untuk selalu responsif dalam menindaklanjuti aduan atau keluhan warga terkait tugas pokok dan fungsi instansinya.
"Kepada kadishub bekerja dengan baik. Responsif setiap menerima laporan dari masyarakat. Kerjakan secara langsung," ujarnya.
Penegasan serupa pernah disampaikan wali kota saat melantik 76 pejabat struktural dan manajerial di jajaran Pemko Medan pada 16 April lalu. Terkhusus Kadishub Irsan Idris Nasution dan jajarannya, Rico menekankan dalam tentang waktu enam bulan ke depan harus mampu melakukan berbagai perbaikan, antara lain pembenahan sistem parkir di Kota Medan.
"Dinas Perhubungan saya minta untuk melakukan transformasi total pada sistem perparkiran. Tidak ada lagi tempat bagi jukir liar yang meresahkan warga. Pelayanan yang lebih baik harus dilaksanakan termasuk target yang sudah dicanangkan harus berjalan tahun ini," tegasnya. (has)
