-->

Dinas SDA Sumut Dukung Penuh Produksi Pertanian di Batubara Lewat Perbaikan Bendung

Sebarkan:

 

Plt Kadis SDA Sumut, Gibson Panjaitan, saat menerima audiensi Direktur Polbangtan Medan Nurliana Harahap bersama Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Batu Bara, Susiliatiawati Ritonga di Kantor Dinas SDA Sumut, Jalan Sakti Lubis, Medan, Senin (11/5/2026). Istimewa/Hastara.id 
MEDAN, HASTARA.ID — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) bergerak cepat menangani kerusakan Bendung Cinta Maju dan Bendung Tanjung Muda di Kabupaten Batu Bara, yang selama ini dikeluhkan petani karena mengganggu pasokan air irigasi ke areal persawahan.

Perbaikan dua bendung tersebut dipastikan segera dimulai setelah proses tender rampung. Penanganan ditargetkan paling lambat dimulai pada Juni 2026.

Kepastian itu disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Sumut, Gibson Panjaitan, saat menerima audiensi Direktur Polbangtan Medan Nurliana Harahap bersama Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Batu Bara, Susiliatiawati Ritonga di Kantor Dinas SDA Sumut, Jalan Sakti Lubis, Medan, Senin (11/5/2026).

“Saat ini sedang dalam proses tender dan dalam waktu dekat segera rampung,” ujar Gibson Panjaitan dalam pertemuan yang turut dihadiri Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II, Feryanto Pawenrusi.

Menurut Gibson, pembenahan bendung tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemprov Sumut dalam memperkuat infrastruktur pertanian guna mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan Gubernur Bobby Nasution dan pemerintah pusat.

Ia menegaskan, pemerintah tidak ingin persoalan kerusakan irigasi terus berdampak pada menurunnya produktivitas pertanian masyarakat.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan berupaya menyelesaikan keluhan masyarakat agar pasokan air kembali normal dan produksi pertanian dapat meningkat,” katanya.

Dukungan percepatan penanganan juga disampaikan Kepala BBWS Sumatera II, Feryanto Pawenrusi. Ia memastikan pihaknya siap bersinergi agar proses perbaikan berjalan maksimal dan kebutuhan air petani kembali terpenuhi.

Sebelumnya, Direktur Polbangtan Medan Nurliana Harahap dan Kadis Pertanian Batu Bara, Susiliatiawati Ritonga menyampaikan kondisi sektor pertanian yang terdampak akibat rusaknya dua bendung tersebut.

Kerusakan bendung menyebabkan pasokan air ke areal persawahan terhenti dalam waktu cukup lama, sehingga petani kesulitan mengelola lahan dan produksi pertanian mengalami penurunan.

“Akibatnya hasil produksi pertanian masyarakat menurun karena suplai air ke persawahan terganggu,” ujar Susiliatiawati.

Bendung Cinta Maju selama ini menjadi sumber utama irigasi bagi areal persawahan di Desa Sukaramai dan wilayah sekitarnya. Sementara Bendung Tanjung Muda memiliki peran vital dalam menyuplai air irigasi ke lahan pertanian di tiga kecamatan, yakni Air Putih, Sei Suka, dan Medang Deras.

Perbaikan dua bendung tersebut diharapkan mampu mengembalikan stabilitas pasokan air sekaligus mendongkrak kembali produktivitas pertanian masyarakat Batu Bara. (has/rel)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini