-->

Dugaan Pembuangan Limbah Pengembang, Lingkungan Warga Gang Mulia Jalan Marelan 7 Kembali Tergenang

Sebarkan:

 

Kolase foto air kembali menggenangi Gang Mulia, Jalan Marelan 7, Pasar 1 Tengah, Lingkungan V, Kelurahan Tanah Enam Ratus, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan pada Sabtu (16/5/2026). Istimewa

MEDAN, HASTARA.ID — Warga kembali mengeluhkan kondisi jalan yang tergenang air di Gang Mulia, Jalan Marelan 7, Pasar 1 Tengah, Lingkungan V, Kelurahan Tanah Enam Ratus, Kecamatan Medan Marelan. 

Dalam video yang beredar, Sabtu (16/5/2026), terlihat genangan air menutupi badan jalan hingga setinggi betis orang dewasa. Pengendara motor pun harus ekstra hati-hati saat melintas karena kondisi jalan yang cukup dalam dan berlumpur. Air juga tampak menggenangi rumah-rumah warga. Warga berharap pihak terkait segera turun tangan memperbaiki drainase dan akses jalan agar banjir serupa tidak terus terjadi setiap hujan turun.

Kondisi ini terjadi diduga akibat pembuangan limbah rumah tangga oleh oknum pengembang properti ke lahan bekas persawahan di kawasan tersebut. 

Praktik tersebut telah memicu kerusakan lingkungan hingga menyebabkan banjir di permukiman warga saat hujan turun. Lokasi persisnya berada di Jalan Marelan VII Pasar 1 Tengah Gang Mulia, Kelurahan Tanah 600. 

Menurut keterangan warga, limbah rumah tangga dari sejumlah bangunan kontrakan diduga sengaja dialirkan ke lahan kosong yang berada di depan permukiman. Akibatnya, tanah bekas persawahan yang sebelumnya berfungsi sebagai area resapan kini berubah menjadi kolam genangan.

“Drainase dari kontrakan di depan itu semuanya diarahkan ke tanah kosong. Sekarang tanah itu sudah berubah jadi kolam, dan kalau hujan turun jalan di Gang Mulia langsung banjir,” ujar Mantha, warga setempat kepada wartawan, beberapa waktu yang lalu. 

Warga menilai kondisi tersebut terjadi karena tidak adanya penanganan serius dari pihak terkait, meskipun keluhan sudah berulang kali disampaikan kepada aparat lingkungan setempat.

Mereka mengaku telah beberapa kali melayangkan surat kepada aparatur setempat mulai tingkat kepala lingkungan, lurah hingga camat. Namun hingga kini belum ada respons maupun langkah konkret untuk mengatasi permasalahan yang terjadi.

“Sudah berulang kali kami kirimkan surat, tapi tidak ada balasan dan tidak ada tindakan. Seolah-olah keluhan masyarakat diabaikan,” ungkap Mantha. 

Warga juga menyoroti dugaan pembiaran oleh aparat pemerintahan di tingkat lingkungan hingga kecamatan. Mereka menyebut persoalan tersebut belum mendapat perhatian serius dari kepala kepling, lurah, maupun pihak kecamatan.

Akibat tidak adanya penyelesaian, warga mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum agar persoalan dugaan pencemaran lingkungan dan dampak banjir yang mereka alami dapat segera ditangani.

Warga berharap Wali Kota Medan Rico Waas segera turun tangan melakukan peninjauan lapangan, sekaligus mengambil langkah tegas terhadap pihak yang diduga membuang limbah secara sembarangan.

“Kalau tidak ada tindakan juga, kami akan bawa persoalan ini ke jalur hukum,” pungkas Mantha. (has)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini