![]() |
| Penyerang PSMS Medan, Felipe Cadenazi, menciptakan gol ke gawang Persiraja Banda Aceh pada laga penutup Championship musim 2025/2026 di Stadion H Dimurthala, Lampineung. Istimewa/Hastara.id |
Hasil pertandingan memperpanjang catatan PSMS Medan tak pernah kalah dari tuan rumah, setelah dua pertemuan sebelumnya dimenangkan tim berjuluk Ayam Kinantan, sekaligus mempertegas dominasi PSMS dalam duel klasik Sumatera ini.
Kembali ke lapangan, kedua kesebelasan terlibat dalam permainan ketat sejak kick off. Namun, keberuntungan berpihak kepada PSMS Medan persis di menit ke-40 lewat sentuhan Felipe Cadenazzi. Seakan gol tersebut menjadi satu-satunya malam itu, hingga memasuki waktu normal 2x45 menit.
Persiraja tak mau menyerah sampai ekstra time 90+4, dengan tekanan bertubi-tubi Asnawi Habib menjadi penyelamat membuyarkan kemenangan anak-anak Ayam Kinantan.
Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, selepas pertandingan mengakui pertandingan berlangsung sengit dan penuh tekanan.
“Kita imbang 1-1, pemain sudah memberikan yang terbaik. Kita berbagi angka dengan Persiraja dan kita syukuri satu poin. Pertandingan cukup seru,” kata Eko yang sesaat sebelum pertandingan menerima kabar duka ditinggal orang tua.
“Hasil ini harus diterima, meski kecewa dengan hasil secara keseluruhan. Tapi kita sudah berusaha semaksimal mungkin. Pemain ini tanggung jawab saya, manajemen kepada presiden klub. Mudah-mudahan ke depannya PSMS bisa lebih bagus lagi sesuai target lolos ke Liga 1 musim depan,” tegas dia.
Hal senada disampaikan kapten PSMS, Erwin Gutawa, sebutkan seluruh pemain sudah mengerahkan segalanya meski hasil akhir belum sesuai harapan.
“Kami segenap pemain sudah memainkan segalanya. Tapi lagi-lagi kita syukuri hasil ini bisa dapat satu poin,” sebut Erwin.
Dengan mengantongi satu poin dari laga ini, PSMS Medan berada di peringkat 7 klasemen dengan 36 poin dan Persiraja masuk peringkat 5 mengumpulkan 45 poin. (jie)
