TAPUT, HASTARA.ID – Komitmen dalam mencetak atlet berprestasi sekaligus membangun karakter generasi muda terus ditunjukkan Pengurus Cabang (Pengcab) SHIROITE Karate-Do Kabupaten Tapanuli Utara.
Hal itu terlihat melalui pelaksanaan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Semester I Tahun 2026 yang diikuti ratusan karateka dari berbagai dojo di Kabupaten Tapanuli Utara, Minggu (7/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Subdenpom I/2 Tarutung tersebut mengusung tema “Membentuk Karakter Kuat, Bermental Juara, dan Berjiwa Kesatria untuk Melangkah Bersama Meraih Prestasi serta Menjunjung Tinggi Nilai Bushido.”
Ratusan peserta yang mengikuti UKT berasal dari Dojo Polisi Militer (PM) Tarutung, Dojo Permata Tarutung, Dojo Kecamatan Pahae Julu, dan Dojo Kecamatan Purbatua dengan berbagai tingkatan sabuk.
Pelaksanaan UKT menjadi agenda rutin SHIROITE yang digelar setiap enam bulan sekali sebagai sarana evaluasi hasil latihan sekaligus mengukur perkembangan kemampuan para karateka selama menjalani proses pembinaan.
Ketua Harian Pengcab SHIROITE Taput, Kapten CPM N. Barus yang diwakili Serda M. Marpaung mengatakan, UKT memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas pembinaan karate di daerah.
“SHIROITE tidak hanya mengejar kuantitas atlet, tetapi lebih menitikberatkan pada kualitas dan prestasi. Melalui UKT ini, kami dapat mengukur hasil latihan selama enam bulan sekaligus menentukan arah pembinaan yang lebih baik ke depan,” ujar Marpaung.
Mantan atlet SHIROITE Taput itu menegaskan bahwa pembinaan olahraga prestasi harus dilakukan secara sistematis, berjenjang, dan berkelanjutan agar atlet mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
“Prestasi lahir dari proses panjang yang membutuhkan disiplin, kerja keras, dukungan fasilitas, serta kerja sama semua pihak. Keberhasilan atlet bukan hasil kerja individu, melainkan kerja kolektif,” katanya.
Ketua Komisi Teknik SHIROITE, Sensei Riyanto Sitompul DAN V, mengapresiasi konsistensi Pengcab SHIROITE Taput dalam melaksanakan pembinaan atlet melalui UKT. Menurutnya, karate bukan sekadar olahraga bela diri, tetapi juga sarana membentuk karakter generasi muda yang disiplin, tangguh, dan berakhlak baik.
“Sabuk bukanlah ukuran utama keberhasilan seorang karateka. Yang terpenting adalah kualitas, kedisiplinan, dan bagaimana nilai-nilai karate diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Karate sejati tercermin dari pengamalan sumpah karate,” tegas Riyanto.
Ia berharap SHIROITE Taput yang saat ini menjadi salah satu perguruan dengan jumlah atlet terbanyak di daerah tersebut mampu menjadi motor penggerak prestasi karate Tapanuli Utara di tingkat provinsi maupun nasional.
Upaya menjamin kualitas penilaian, UKT kali ini menghadirkan tim penguji yang ditunjuk langsung oleh Pengurus Provinsi SHIROITE Karate-Do Sumatera Utara. Tim penguji terdiri dari Riyanto Sitompul DAN V, Alfredo Sihombing DAN III, Nethan Hutabarat DAN II, William Sihite DAN I, Gontingen Simamora DAN I, Gani Hutagalung DAN I, serta pelatih dojo Seven S.J. Hutauruk DAN III.
Melalui pelaksanaan UKT tersebut, Pengcab SHIROITE Karate-Do Tapanuli Utara optimistis mampu meningkatkan kualitas pembinaan atlet secara berkelanjutan, melahirkan karateka berprestasi di tingkat daerah, nasional hingga internasional, sekaligus mengembalikan kejayaan Tapanuli Utara sebagai salah satu lumbung atlet karate berprestasi di Sumatera Utara. (os)
