-->

Lonjakan Penumpang Warnai Awal Libur Sekolah, KAI Sumut Catat Penjualan 45 Ribu Tiket

Sebarkan:


Memasuki masa libur sekolah semester genap tahun ajaran 2025/2026, moda transportasi kereta api kembali menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian ke berbagai daerah di Sumatera Utara. (Istimewa/HASTARA)


PEMATANGSIANTAR, HASTARA.ID — Suasana stasiun-stasiun kereta api di Sumatera Utara mulai berubah sejak akhir pekan ini. Deretan keluarga yang membawa koper, tas ransel, hingga anak-anak yang tampak antusias menunggu kedatangan kereta menjadi pemandangan yang semakin sering terlihat. 


Memasuki masa libur sekolah semester genap tahun ajaran 2025/2026, moda transportasi kereta api kembali menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian ke berbagai daerah di Sumatera Utara.


PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat lonjakan jumlah penumpang pada hari pertama masa liburan sekolah. Hingga Sabtu (20/6), sebanyak 7.725 tiket telah terjual untuk berbagai perjalanan kereta api di wilayah Sumatera Utara.


Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan peningkatan jumlah penumpang mulai terlihat seiring berakhirnya aktivitas belajar mengajar di sejumlah sekolah.


"Hari ini sudah mulai terlihat adanya peningkatan penumpang, mungkin karena banyak institusi pendidikan yang telah menyelesaikan kegiatan belajar mengajarnya pada semester genap dan anak-anak sudah mulai libur sekolah," ujarnya saat dikonfirmasi. Senin (22/6/2026).


Salah satu perjalanan yang menjadi favorit masyarakat adalah KA Sribilah Fakultatif relasi Medan–Rantauprapat pulang-pergi. Dari total tiket yang terjual pada hari pertama liburan, sebanyak 830 tiket berasal dari layanan tersebut.


 Tingginya minat masyarakat tidak terlepas dari kebijakan pemerintah yang memberikan diskon tarif sebesar 30 persen melalui Kementerian Perhubungan sebagai bagian dari stimulus ekonomi nasional.


Lonjakan penumpang yang diprediksi berlangsung hingga awal Juli membuat KAI Divre I Sumut menyiapkan langkah antisipasi. Selama periode angkutan libur sekolah yang berlangsung mulai 20 Juni hingga 5 Juli 2026, kapasitas tempat duduk ditingkatkan menjadi 130.040 kursi atau bertambah 1.256 kursi dibandingkan kapasitas sebelumnya.


Penambahan kapasitas dilakukan dengan menambah satu kereta kelas ekonomi pada rangkaian KA Sribilah Fakultatif dan satu kereta kelas bisnis pada KA Sribilah Utama yang melayani rute Medan–Rantauprapat pulang-pergi.


Hingga Sabtu siang, total tiket yang telah terjual selama periode libur sekolah mencapai 45.252 tiket. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus meningkat mengingat banyak calon penumpang yang biasanya melakukan pemesanan mendekati hari keberangkatan.


Di sejumlah perjalanan, tingkat keterisian kursi bahkan telah mencapai angka maksimal. Dari 22 perjalanan kereta api yang beroperasi pada hari pertama libur sekolah, sebanyak 11 perjalanan telah mencatat penjualan tiket hingga 100 persen.


 Perjalanan tersebut terdiri dari enam perjalanan KA Putri Deli, empat perjalanan KA Siantar Ekspres, serta satu perjalanan KA Sribilah Utama.


Melihat tingginya permintaan, KAI mengimbau masyarakat untuk mempertimbangkan jadwal alternatif apabila tiket pada jam-jam favorit sudah habis terjual.


Namun, peningkatan jumlah penumpang bukan satu-satunya fokus yang menjadi perhatian KAI selama masa liburan. Di balik padatnya arus perjalanan, aspek keselamatan juga menjadi prioritas utama.


Beberapa hari sebelum masa libur dimulai, KAI Divre I Sumut bersama komunitas Railfans IPKA Sumatera Utara menggelar sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang Jalan Adam Malik dan Jalan Putri Hijau, Kota Medan. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran pengguna jalan agar mematuhi aturan saat melintasi jalur kereta api.


Menurut Anwar, meningkatnya mobilitas masyarakat selama musim liburan harus diimbangi dengan kedisiplinan pengguna jalan dalam mematuhi rambu-rambu keselamatan.


"Pada masa libur sekolah biasanya terjadi peningkatan mobilitas masyarakat menggunakan kereta api. Karena itu, kami terus mengingatkan pengguna jalan agar selalu mendahulukan perjalanan kereta api dan mematuhi rambu-rambu keselamatan saat melintasi perlintasan sebidang," katanya.


Sepanjang Januari hingga Juni 2026, KAI Divre I Sumut telah melaksanakan 65 kegiatan sosialisasi keselamatan di 13 kabupaten dan kota. Selain itu, sebanyak 69 perlintasan sebidang tidak terjaga juga telah ditertibkan melalui penutupan maupun penyempitan akses. Sebanyak 39 di antaranya merupakan bagian dari Program Nasional Penutupan 172 Perlintasan Sebidang.


Di dalam kereta, KAI juga kembali mengingatkan seluruh pelanggan untuk mematuhi larangan merokok, termasuk penggunaan rokok elektronik. Aturan tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan yang menetapkan angkutan umum sebagai kawasan bebas asap rokok.


"Larangan merokok ini tidak terbatas pada rokok konvensional saja, tetapi juga rokok elektronik. Larangan merokok di ruang publik menciptakan lingkungan yang inklusif dengan memastikan hak semua orang untuk menghirup udara bersih dan sehat," tegas Anwar.


Dengan meningkatnya kapasitas angkut, sosialisasi keselamatan yang terus digencarkan, serta pengawasan terhadap kenyamanan penumpang, KAI Divre I Sumatera Utara berharap perjalanan kereta api selama libur sekolah tidak hanya menjadi sarana mobilitas, tetapi juga menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan ramah bagi keluarga.

Bagi ribuan anak yang baru memulai masa liburannya, perjalanan dengan kereta api kini menjadi bagian dari cerita liburan yang mereka nantikan. (Tra)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini