![]() |
| Pelaku AB (47) saat diangkut oleh pihak Kapolsek Siantar Timur di kediamannya. (Putra / Hastara) |
PEMATANGSIANTAR, HASTARA.ID – Suasana duka menyelimuti kawasan Jalan Kangkung, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, setelah seorang perempuan lanjut usia berinisial Boru Sirait (70) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya.
Korban diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh anak kandungnya sendiri, BA (47), yang menurut keterangan warga diduga mengalami gangguan jiwa.
Peristiwa tragis tersebut mengundang perhatian warga sekitar setelah terduga pelaku terlihat keluar dari rumah dengan pakaian yang dipenuhi bercak darah.
Kondisi tersebut memicu kecurigaan warga hingga akhirnya aparat kepolisian menerima laporan dan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
Seorang warga sekitar, Erick Silalahi (36), mengaku masyarakat sebenarnya sudah menaruh curiga bahwa peristiwa itu terjadi sejak malam sebelumnya.
Dugaan tersebut muncul karena darah yang menempel pada pakaian terduga pelaku telah mengering saat ia terlihat keluar rumah.
"Kalau kami menduga kejadiannya sudah terjadi sejak malam, karena darah di pakaian yang dipakainya sudah kering saat dia keluar rumah," ungkap Erick. Rabu (8/7/2026).
Ia mengatakan, selama ini korban diketahui tinggal bersama anak-anaknya. Namun, ketika peristiwa itu terjadi, salah seorang anggota keluarga disebut tidak berada di rumah sehingga hanya korban dan terduga pelaku yang berada di lokasi.
Menurut Erick, warga juga telah lama mengetahui kondisi kejiwaan terduga pelaku. Ia menyebut perempuan tersebut kerap berteriak tanpa sebab dan perilaku itu sudah menjadi pemandangan yang biasa bagi masyarakat sekitar.
"Dia memang sering berteriak-teriak dan itu sudah menjadi hal yang biasa kami dengar setiap hari. Karena itu kami menduga memang ada gangguan kejiwaan," katanya.
Keterangan serupa juga disampaikan seorang warga lainnya, Maria (40), yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian. Ia mengatakan informasi yang beredar di lingkungan mereka menyebutkan pertengkaran diduga dipicu persoalan sepele, yakni keinginan terduga pelaku untuk meminta alpukat kepada ibunya yang tidak dipenuhi.
"Yang kami dengar, anaknya meminta alpukat kepada mamaknya, tapi tidak diberikan. Setelah itu katanya terjadi peristiwa tersebut," ujarnya.
Meski demikian, informasi yang disampaikan warga tersebut masih sebatas dugaan dan belum dapat dipastikan sebagai motif utama dalam kasus tersebut. Kepolisian masih melakukan pendalaman melalui pemeriksaan terhadap saksi-saksi serta mengumpulkan barang bukti di lokasi kejadian.
Kapolsek Siantar Timur, Edy J.J. Manalu, membenarkan pihaknya menerima laporan dari masyarakat mengenai penemuan seorang perempuan yang meninggal dunia di sebuah rumah di Kelurahan Tomuan.
Setelah menerima informasi tersebut, petugas langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara sekaligus mengevakuasi jasad korban ke rumah sakit guna kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan awal, dugaan sementara mengarah kepada salah seorang anggota keluarga sebagai pelaku. Informasi awal yang diperoleh dari warga sekitar juga menyebutkan bahwa keluarga tersebut diduga memiliki anggota yang mengalami gangguan kejiwaan.
"Informasi awal yang kami peroleh dari masyarakat, dugaan pelaku masih berasal dari lingkungan keluarga. Dari keterangan warga juga disebutkan bahwa keluarga ini diduga memiliki anggota yang mengalami gangguan jiwa," kata Edy.
Kapolsek menambahkan, perempuan yang diduga sebagai pelaku telah diamankan oleh personel Polsek Siantar Timur untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, penyidik masih terus mendalami kronologi kejadian, termasuk memastikan motif, alat yang digunakan dalam aksi tersebut, serta menunggu hasil pemeriksaan medis terhadap korban.
Hingga kini, proses penyelidikan masih berlangsung. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab pasti peristiwa tersebut dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat penegak hukum agar seluruh fakta dapat terungkap secara objektif. (Tra)
