![]() |
| Potongan gambar seekor lembu dari cuplikan video viral yang diduga dicuri oknum TNI di Kabupaten Labuhanbatu. Istimewa/Hastara.id |
LABUHANBATU, HASTARA.ID — Video yang memperlihatkan puluhan pria diduga anggota TNI mengangkut belasan ekor lembu pada malam hari di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, viral di media sosial dan memicu perhatian publik. Peristiwa yang belakangan diketahui terjadi pada 17 Mei 2026 itu kini sedang dalam penyelidikan.
Belasan ternak yang hendak diangkut tersebut merupakan 16 ekor lembu yang diklaim milik seorang janda, M Boru Sinaga, warga Dusun Labuhan Pinang, Desa Sei Siarti, Kecamatan Panai Tengah. Kepemilikan ternak itu diketahui masih menjadi objek sengketa dengan pihak lain berinisial JA.
Kuasa hukum M Boru Sinaga, Dwi Ngai Sinaga SH MH, menilai tindakan pengambilan ternak tersebut tidak dapat dibenarkan karena dilakukan pada malam hari dengan melibatkan orang-orang yang diduga membawa senjata api laras panjang.
"Klien kami kehilangan 16 ekor lembu yang hendak dipindahkan pada malam hari. Dalam video terlihat ada orang-orang yang diduga membawa senjata laras panjang. Dugaan keterlibatan aparat sudah kami laporkan ke Polisi Militer untuk diproses," ujar Dwi, Sabtu (27/6/2026).
Menurutnya, sebelum diangkut menggunakan truk, ternak tersebut diduga terlebih dahulu dibius. Proses pengangkutan juga disebut mendapat pengawalan dari sejumlah orang yang diduga merupakan oknum aparat.
"Kalau memang ini bagian dari penyelesaian sengketa, seharusnya dilakukan melalui mekanisme hukum, bukan dengan cara seperti itu. Karena itu kami meminta kasus ini diusut secara transparan," tegasnya.
![]() |
| Potongan gambar yang menurut warga berisi senjata dalam kendaraan dari video viral yang diduga digunakan oknum TNI dalam aksi pencurian lembu warga Kabupaten Labuhanbatu. Istimewa/Hastara.id |
Dihadang Warga
Video amatir yang beredar memperlihatkan warga menghadang truk yang membawa ternak tersebut. Dalam rekaman itu terdengar teriakan warga yang menuding rombongan tersebut melakukan pencurian.
"Aparat-aparat bikin keributan. Nyuri lembu. Dibayar siapa? Nyuri lembu, ikut kalian mencuri," teriak seorang warga dalam video yang beredar luas di media sosial.
Selain memperlihatkan keributan, video tersebut juga memunculkan narasi bahwa rombongan diduga membawa senjata api. Namun, informasi tersebut hingga kini masih menunggu pembuktian melalui penyelidikan resmi.
Kasus ini menjadi sorotan karena dugaan keterlibatan aparat dalam sengketa kepemilikan ternak. Masyarakat pun mendesak agar proses penyelidikan dilakukan secara terbuka untuk mengungkap siapa saja yang bertanggung jawab.
Kapolres Labuhanbatu, AKBP Wahyu Endrajaya, hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan meski telah dihubungi melalui sambungan telepon dan pesan singkat.
Sementara itu, Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy, membenarkan pihaknya telah menerima informasi mengenai video yang viral tersebut.
"Informasi yang saya terima dari Dandim Labuhanbatu, kejadian itu memang sudah lama. Saat ini masih dilakukan penyelidikan untuk memastikan apakah benar ada keterlibatan anggota TNI atau tidak," ujarnya melalui pesan WhatsApp.
Ia menegaskan Kodam I/Bukit Barisan tidak akan memberikan toleransi apabila hasil penyelidikan nantinya membuktikan adanya personel TNI yang terlibat.
"Kalau ada personel yang terbukti terlibat, tentu akan diproses sesuai ketentuan hukum dan aturan yang berlaku di lingkungan TNI," tegasnya.
Hingga kini, identitas seluruh pihak yang terekam dalam video maupun kronologi lengkap peristiwa tersebut masih didalami. Publik kini menunggu hasil penyelidikan resmi guna memastikan fakta di balik video yang telah memicu perhatian luas tersebut. (red)

