-->

Diskominfo Medan Ingatkan Mahasiswa, AI Harus Jadi Alat Bantu Bukan Pengganti Nalar

Sebarkan:

 

Sekretaris Dinas Kominfo Kota Medan, Budi Hariono, membuka Seminar Riset Literasi Artificial Intelligence (AI) yang digelar PC IMM Kota Medan di Aula Dinas Kominfo, Jumat (17/7/2026). Dalam kegiatan itu, mahasiswa diajak memanfaatkan AI secara bijak sebagai pendukung produktivitas tanpa mengurangi kemampuan berpikir kritis. Istimewa/Hastara.id 

MEDAN, HASTARA.ID — Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Medan mengajak mahasiswa memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) secara bijak tanpa mengorbankan kemampuan berpikir kritis. Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, mahasiswa diingatkan agar tidak terjebak menjadi pengguna yang bergantung sepenuhnya pada AI.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kominfo Kota Medan Arrahmaan Pane melalui Sekretaris Dinas Budi Hariono, saat membuka Seminar Riset Literasi Artificial Intelligence yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Medan di Aula Dinas Kominfo Kota Medan, Jalan Sidorukun, Jumat (17/7/2026).

Dalam sambutannya, Budi mengajak peserta melihat bagaimana perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat, mulai dari era mesin ketik, komputer berbasis DOS, disket, CD, hingga kini memasuki era kecerdasan buatan.

Ia mengaku turut memanfaatkan AI dalam mendukung pekerjaan sehari-hari, baik untuk kebutuhan administrasi maupun kreativitas. Namun, menurutnya, kemudahan yang ditawarkan AI juga menyimpan risiko jika digunakan tanpa kontrol.

"Sekarang membuat pidato atau naskah cukup dengan satu klik menggunakan AI. Kemudahan ini jangan sampai membuat kita malas berpikir dan berhenti berkembang. AI harus menjadi batu loncatan untuk meningkatkan kemampuan, bukan menggantikannya," tegas Budi.

Budi menilai mahasiswa sebagai kelompok intelektual harus tetap mengedepankan daya analisis, kreativitas, dan kemampuan memecahkan persoalan. Menurutnya, AI hanya berfungsi sebagai pendukung, sementara keputusan dan gagasan tetap harus lahir dari proses berpikir manusia.

Sementara itu, Sekretaris PC IMM Kota Medan, Achmad Navish Isnaini, mengatakan seminar tersebut digelar untuk meningkatkan literasi digital kader IMM agar mampu memanfaatkan AI secara bertanggung jawab dalam dunia akademik.

Menurut Navish, teknologi AI kini telah menjadi bagian dari aktivitas mahasiswa, mulai dari penyusunan tugas hingga penelitian. Karena itu, mahasiswa harus mampu menggunakannya secara kritis agar tidak menurunkan kualitas intelektual.

"AI tidak boleh menjadi pengganti kecerdasan manusia. Teknologi ini harus dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat riset, dan mendukung proses belajar, bukan mengambil alih kemampuan berpikir," ujarnya.

Seminar Riset Literasi AI tersebut diikuti kader IMM dari berbagai komisariat se-Kota Medan. Kegiatan menghadirkan narasumber Kaprodi Sistem Informasi FIKTI UMSU Mahardika Abdi Prawira Tanjung serta Muhammad Fattah dari Dinas Kominfo Kota Medan untuk membahas pemanfaatan AI yang etis, produktif, dan bertanggung jawab. (rel/has)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini