"Ini sebenarnya bukan kelangkaan BBM-nya, tapi yang langka adalah pengemudi yang mengantar BBM," kata Bobby usai memimpin rapat koordinasi bersama Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, unsur Forkopimda, serta jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (14/7).
Menurut Bobby, distribusi BBM terganggu setelah terjadi pemberhentian massal terhadap sejumlah pengemudi truk tangki. Kondisi tersebut membuat banyak armada tidak dapat beroperasi sehingga pasokan dari terminal BBM menuju SPBU tersendat.
"Driver yang membawa truk BBM kemarin terjadi pemberhentian massal, sehingga banyak truk pengangkut tidak bisa beroperasi," ujarnya.
Upaya mempercepat pemulihan distribusi, Bobby menginisiasi langkah kolaboratif antara Pemprov Sumut, Kodam I/Bukit Barisan, Polda Sumut, dan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut. Personel TNI dan Polri disiapkan sebagai pengemudi sementara sekaligus memberikan pengamanan selama proses distribusi berlangsung.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Pertamina dan kepolisian. Pemerintah bersama kepolisian menyiapkan pengemudi dan tim pengamanan untuk menggantikan sementara para driver yang proses perekrutannya belum selesai," ungkap Bobby.
Ia menegaskan personel bantuan telah diminta bersiaga sejak Selasa malam agar distribusi BBM ke SPBU dapat kembali berjalan normal.
"Kami minta mulai malam ini tim dari TNI dan kepolisian sudah siap," tegasnya.
![]() |
| Antrean BBM masih tampak mengular di SPBU Jalan Besar Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang pada Rabu (15/7/2026) dini hari. Hasby/Hastara.id |
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Sumut, Dedi Jaminsyah Putra (DJP) Harahap, mengatakan inisiatif Gubernur Bobby mendapat respons cepat dari Pangdam I/Bukit Barisan dan Kapolda Sumut.
Atas arahan gubernur, Kodam I/Bukit Barisan mengerahkan personel untuk menjadi sopir armada pengangkut BBM sehingga distribusi dapat dipercepat.
"Pak Gubsu sudah menghubungi Pangdam dan Kapolda untuk membantu Pertamina. Personel Kodam I/BB sudah dikerahkan menjadi sopir pengangkut BBM agar distribusi kembali lancar dan normal," kata Dedi.
Berdasarkan hasil koordinasi Pemprov Sumut dengan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, stok BBM di seluruh wilayah Sumut dipastikan dalam kondisi aman. Kendala utama berada pada proses distribusi dari fuel terminal menuju SPBU akibat pembenahan manajemen pengemudi pada vendor resmi pengangkut BBM.
Sebagai langkah percepatan normalisasi, Pertamina telah menambah 50 Awak Mobil Tangki (AMT), terdiri atas 34 pengemudi perbantuan dan 16 personel dari Bekangdam I/Bukit Barisan. Penambahan tersebut dinilai cukup untuk menutupi kekurangan armada operasional sehingga pasokan BBM ke SPBU diproyeksikan berangsur normal dalam beberapa hari ke depan.
Pemprov Sumut memastikan akan terus memantau distribusi BBM secara intensif bersama Pertamina guna memastikan antrean di SPBU segera terurai dan kebutuhan masyarakat kembali terpenuhi. (has)

