Dalam peninjauan itu, Rico didampingi Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan Khairul Azmi, Anggota DPRD Medan Saipul Bahri, serta Camat Medan Marelan Zulkifli Syahputra Pulungan.
Rico mengatakan, ada tiga titik pekerjaan yang menjadi fokus peninjauan, yakni di Kelurahan Terjun, Jalan Marelan III Tengah, Kelurahan Paya Pasir, dan Jalan Young Panah Hijau Gang Al-Ikhlas, Kelurahan Labuhan Deli. Seluruh proyek tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Medan menjawab aspirasi masyarakat yang selama bertahun-tahun mengeluhkan kondisi infrastruktur jalan.
Di Jalan Marelan III Tengah, Pemko Medan melakukan pengecoran jalan sepanjang sekitar 915 meter dengan ketebalan 20 sentimeter. Menurut Rico, ruas jalan tersebut sudah lama mengalami kerusakan dan menjadi salah satu keluhan utama warga.
"Jalan ini memang sudah lama rusak dan menjadi harapan masyarakat agar segera diperbaiki. Dengan pengecoran ini, kami berharap aktivitas warga menjadi lebih nyaman dan aman," ujar Rico.
Selanjutnya, di Kelurahan Paya Pasir, Pemko Medan juga melakukan pengecoran jalan sepanjang sekitar 400 hingga 500 meter. Jalan tersebut merupakan akses utama yang setiap hari dilintasi pelajar maupun kendaraan bertonase berat sehingga mengalami kerusakan cukup parah.
Selain itu, kawasan tersebut juga kerap terdampak banjir rob. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, badan jalan ditinggikan sekitar 25 sentimeter.
"Karena daerah ini sering terdampak banjir rob, maka ketinggian badan jalan kita naikkan agar saat air pasang tidak lagi terlalu mengganggu aktivitas masyarakat," jelasnya.
Sementara di Kelurahan Labuhan Deli, Pemko Medan melakukan overlay atau pelapisan ulang di Jalan Arif Rahman Hakim sebagai bagian dari program pemeliharaan rutin jalan.
![]() |
| Perlahan tapi pasti pembangunan jalan di kawasan Medan Utara ditunaikan Pemko Medan di masa kepemimpinan Rico Waas dan Zakiyuddin Harahap. Hasby/Hastara.id |
Rico menegaskan, perhatian terhadap pembangunan infrastruktur di Medan Utara akan terus menjadi prioritas karena masih banyak wilayah yang membutuhkan jalan dan drainase yang layak.
"Kami ingin memberikan perhatian lebih kepada masyarakat yang selama ini belum menikmati jalan yang layak. Ini merupakan aspirasi warga yang terus kami tindak lanjuti secara bertahap," katanya.
Ia juga mengungkapkan masih ada sejumlah proyek infrastruktur lain di Kecamatan Medan Marelan yang sedang berjalan, termasuk pembangunan jalan di salah satu kelurahan yang sebelumnya sempat terkendala persoalan teknis akibat kondisi lahan.
Dalam kesempatan itu, Rico turut mengecek kualitas hasil pengecoran di Jalan Tana Taka. Meski menilai pekerjaan telah dilaksanakan dengan baik, ia mengingatkan pentingnya proses perawatan beton agar kualitas konstruksi tetap terjaga.
"Perawatan beton sangat penting. Beton harus disiram secara rutin agar kualitasnya terjaga dan tidak mudah retak, apalagi dengan kondisi cuaca yang tidak menentu seperti sekarang," tegasnya.
Selain pembangunan jalan, Rico memastikan Pemko Medan juga terus memperkuat penanganan drainase di kawasan Medan Utara. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Jalan Mangaan, Kecamatan Medan Deli, yang selama ini kerap mengalami genangan akibat persoalan drainase.
Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan, Khairul Azmi, mengatakan bahwa saat ini pembangunan drainase di Jalan Mangaan masih berlangsung dan telah memasuki tahap pengujian laboratorium.
"Setelah masa perawatan sekitar 21 hari selesai, pekerjaan berikutnya akan dilanjutkan," ujarnya.
Menurut Khairul, penanganan Jalan Mangaan diharapkan memberi dampak signifikan terhadap kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik karena ruas tersebut merupakan akses menuju kawasan industri di Medan Utara.
"Mudah-mudahan penanganan ini dapat memberikan dampak besar, karena ruas yang dikerjakan cukup panjang menuju kawasan industri di Medan Utara," pungkasnya. (has)

