![]() |
| Pengurus PWI Bonapasogit bersama Kepala Kejari Tapanuli Utara Naungan Harahap diabadikan bersama usai audiensi di Kantor Kejari Taput, Tarutung, Kamis (10/9/2026). Istimewa/Hastara.id |
TAPUT, HASTARA.ID — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bonapasogit Kabupaten Tapanuli Utara menegaskan komitmennya menjaga profesionalisme, independensi dan keberimbangan dalam menjalankan tugas jurnalistik, khususnya saat memberitakan isu penegakan hukum.
Pengurus PWI Bonapasogit menegaskan hal itu saat melakukan audiensi dengan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Tapanuli Utara, Naungan Harahap di Kantor Kejari Taput, Tarutung, Kamis (10/9/2026).
Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membahas pentingnya membangun komunikasi yang terbuka antara insan pers dan institusi penegak hukum. Hal itu dinilai penting agar informasi terkait proses hukum dapat disampaikan kepada masyarakat secara akurat, proporsional dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sekretaris PWI Bonapasogit Darwin Manalu, didampingi Bendahara Candra Sirait, menyampaikan bahwa pers memiliki tanggung jawab besar dalam memenuhi hak masyarakat memperoleh informasi. Karena itu, pemberitaan harus tetap berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik serta menjunjung prinsip keberimbangan, terutama ketika menyangkut perkara maupun kebijakan di bidang hukum.
“Pers memiliki tanggung jawab menyajikan informasi kepada publik dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik dan prinsip keberimbangan,” ujar Darwin.
Menurutnya, komunikasi yang baik dengan institusi penegak hukum bukan dimaknai sebagai pengurangan sikap kritis pers, melainkan sebagai bagian dari upaya memastikan informasi yang diterima masyarakat benar, lengkap dan tidak menyesatkan.
Kepala Kejari Taput Naungan Harahap didampingi Kasi Intel Simon Ginting menyambut positif audiensi tersebut. Ia menilai hubungan komunikasi yang sehat antara kejaksaan dan media penting dalam mendukung keterbukaan informasi kepada publik.
“Sinergi antara kejaksaan dan media sangat penting untuk mendukung penyebarluasan informasi yang akurat kepada masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman publik terhadap proses dan kebijakan hukum,” kata Naungan.
Ia berharap komunikasi antara Kejari Taput dan insan pers dapat terus terjalin secara terbuka dan profesional, sehingga informasi mengenai kebijakan maupun proses hukum dapat dipahami masyarakat secara lebih utuh.
Pengurus PWI Bonapasogit yang turut hadir antara lain Jan Piter Simorangkir, Bongsu Sitompul, Alfredo Sihombing, Robert Siregar, Hotbin Purba dan Andoky Manalu. (os/rel)
