![]() |
Jajaran Dinas Kesehatan Simalungun diabadikan bersama beberapa waktu lalu. Sepanjang tahun ini, Dinkes Simalungun mampu menekan angka kasus cacing pita. Putra Purba/Hastara.id |
SIMALUNGUN, HASTARA.ID — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Simalungun berhasil menekan angka kasus cacing pita (Taeniasis) melalui program Surveilans Sentinel Teaniasis pada beberapa pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas). Ini merupakan upaya berkelanjutan dalam memantau dan mengendalikan penyebaran penyakit cacing pita di wilayah Simalungun.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Simalungun, Rohanta Saragih, menyampaikan hasil surveilans menunjukkan adanya penurunan jumlah kasus positif cacing pita dibandingkan tahun sebelumnya.
"Kami menemukan 9 kasus baru teaniasis pada surveilans kali ini. Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini merupakan hasil dari upaya bersama dalam memberikan edukasi dan pengobatan," ujar dia, Rabu (18/12).
Meskipun demikian, Dinkes Simalungun tetap berkomitmen untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan sanitasi lingkungan sebagai bentuk upaya pencegahan.
Rohanta menjelaskan bahwa kurangnya kesadaran akan pentingnya kebersihan pribadi dan sanitasi lingkungan, serta kebiasaan mengonsumsi daging mentah, menjadi faktor utama penyebab masih adanya ditemukan kasus cacing pita di wilayah tersebut.
"Untuk mengatasi masalah ini, kami bekerjasama dengan berbagai pihak untuk memperkuat sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Selain itu, kami juga melakukan pengawasan dan monitoring pada kegiatan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM)," katanya.
Dinkes juga mengajak seluruh masyarakat Simalungun untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan penyakit cacing pita. Masyarakat dihimbau untuk rutin memeriksa kesehatan, terutama feses, dan memberikan dukungan kepada keluarga untuk mengonsumsi obat cacing secara teratur.
"Masyarakat berperan dalam menyukseskan program tersebut, dengan mau memeriksakan diri (faeses) dan mensupport keluarga untuk meminum obat cacing," tegasnya.
Keberhasilan program ini tidak terlepas dari peran serta masyarakat dan berbagai pihak terkait. Dinkes Simalungun akan terus berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai program kesehatan, termasuk program pencegahan dan pengendalian penyakit menular.
"Bersama lintas program dan lintas sektor untuk memperkuat sosialisasi pentingnya personal hygiene dan sanitasi kepada masyarakat," pungkas Rohanta. (put)