![]() |
Wali Kota Medan Rico Waas menyampaikan bimbingan dan arahan pada kegiatan Ranwal RPJMD Kota Medan 2025-2030 di Ruang Rapat III Balai Kota, Senin (24/3). Hasby/Hastara.id |
MEDAN, HASTARA.ID — Wali Kota Medan, Rico Waas, menegaskan pentingnya mengakomodir kepentingan masyarakat dalam penyusunan Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Medan 2025-2029.
"Semangat membangun kota ini tidak bisa hanya datang dari pemerintah saja. Seluruh pemangku kepentingan harus berperan aktif agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat," ujarnya saat membuka Konsultasi Publik Ranwal RPJMD di Ruang Rapat III, Balai Kota Medan, Senin (24/3).
Dalam sambutannya, Rico Waas menekankan Kota Medan memiliki keragaman suku, etnis, dan budaya yang menjadi kekuatan dalam pembangunan. Oleh karena itu, setiap kebijakan yang dirancang harus mampu mengakomodir keberagaman tersebut.
"Medan ini kaya akan budaya dan nilai-nilai sosial yang berbeda. Semua itu harus kita rangkul dalam konsep Medan Untuk Semua, Semua Untuk Medan agar pembangunan dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat," jelasnya dihadapan Sekda Wiriya Alrahman, Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen, pimpinan stakeholders terkait, organisasi filantropi, perangkat daerah Pemko Medan, serta camat se-Kota Medan.
Ia juga meminta seluruh jajaran untuk aktif dalam diskusi dan mencurahkan gagasan demi lahirnya kebijakan yang membawa manfaat luas.
"Saya ingin kita benar-benar masuk dalam perdebatan gagasan yang berangkat dari kebutuhan masyarakat. Jangan hanya formalitas, tapi harus menghasilkan solusi konkret," tegasnya.
Prioritas Medan Utara
Wali kota turut menyoroti pentingnya memperkuat hubungan internal dan eksternal guna mengatasi berbagai permasalahan di masyarakat, terutama di kawasan Medan Utara yang menjadi salah satu pintu masuk utama Kota Medan.
"Persoalan banjir, anak-anak terlantar, ketimpangan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga lapangan pekerjaan masih menjadi tantangan besar. Semua ini harus kita hadapi dengan langkah nyata agar Medan siap menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.
Kepala Bappeda Kota Medan, Benny Iskandar sebelumnya menjelaskan konsultasi publik Ranwal RPJMD ini merupakan tahapan awal sebelum rancangan tersebut diajukan ke DPRD Medan dan Pemprov Sumut.
"Forum ini menjadi wadah bagi kita semua untuk memberikan sumbang saran, sehingga dokumen RPJMD yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan dan harapan masyarakat," ujar dia.
Dengan dibukanya konsultasi publik ini, diharapkan setiap pemangku kepentingan dapat berkontribusi dalam menyusun arah pembangunan Kota Medan yang lebih baik untuk lima tahun ke depan, terutama dalam mewujudkan slogan 'Medan Untuk Semua, dan Semua Untuk Medan'. (has)