-->

TPA Tanjung Pinggir Mendesak Relokasi

Sebarkan:

 


Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjung Pinggir di Kecamatan Siantar Martoba, Pematangsiantar, semakin memprihatinkan. Putra P/ Hastara.id

PEMATANGSIANTAR, HASTARA. ID – Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjung Pinggir di Kecamatan Siantar Martoba, Pematangsiantar, semakin memprihatinkan. 


"Gunung" sampah setinggi 25 meter dengan volume mencapai 430 ribu ton menjadi ancaman serius bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar.


 Wacana relokasi TPA yang telah lama digaungkan belum juga terealisasi, menimbulkan kekhawatiran akan dampak negatif yang berkepanjangan.


Kondisi ini, menurut Peneliti dan Pengamat Lingkungan Hidup, Frederikus Fios, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi TPA Tanjung Pinggir. 


Menurutnya, pemerintah, khususnya dinas terkait, harus proaktif dan segera mengambil tindakan nyata. 


"Dampak buruk bagi kualitas lingkungan dan kesehatan manusia serta makhluk hidup lainnya sudah di depan mata. Langkah penanganan serius dan berkelanjutan sangat mendesak," ujarnya, Senin (24/3/2025).


Fios menekankan pentingnya melibatkan berbagai pihak dalam penanganan masalah ini. Sehingga harus menjadi gerakan bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah,


 "Jika program kerja yang dicanangkan pemerintah belum maksimal, perlu diambil langkah strategis dengan menjalin kemitraan bersama sektor swasta, masyarakat, dan organisasi peduli lingkungan," tegasnya.


Ia juga menyoroti pentingnya penerapan teknologi pengolahan sampah yang tepat.


 "Banyak teknologi yang bisa diterapkan, asalkan ada kemauan untuk bekerja sama. Partisipasi masyarakat, industri, dan swasta sangat krusial," katanya.


Selain itu, Fios menekankan perlunya edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah. 


"Sosialisasi dan literasi sampah rumah tangga perlu dilakukan secara intensif dan berkelanjutan. Contohnya, pembuatan eco-enzym (EE) bisa menjadi salah satu solusi untuk mengurangi dan mengelola sampah rumah tangga," jelasnya.


Dengan kondisi TPA Tanjung Pinggir yang semakin mengkhawatirkan, Fios menambahkan tindakan nyata dari pemerintah dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah ini dan mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.


"Bagi saya pemerintah khususnya dinas atau instansi terkait harus proaktif mempercepat penanganan terhadap sampah ini agar tidak menimbulkan dampak negatif yang berkepanjangan dan merusak," tutupnya. 


Sementara, di tengah tekanan yang meningkat, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pematangsiantar, Dedy Tunasto Setiawan, berjanji untuk mengambil tindakan.


 "Alat berat kita baru tiba sepekan ini. Kita mulai hari ini dan ke depannya berpacu. Kita targetkan sampai Juni sudah tuntas, minimal lima meter (ketinggian), untuk di pinggir jalan," jelasnya.


Dedy juga mengungkapkan rencana pengolahan sampah di lokasi lain yang akan diolah ke Pusat Pelatihan Skala Kota (Pusdiklat) DLH Pematangsiantar.


"Untuk pengolahan sampah, ada di belakang Terminal Tanjung Pinggir. Jadi sampah yang dari sini, kompos dan plastik, nanti akan kita olah di sana," pungkas Dedi.  (Tra)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini