-->

Tes Urine Masal Dipuji Akademisi: Perlu Dilakukan Simultan dan Berkesinambungan oleh Wali Kota

Sebarkan:

 

Wali Kota Medan, Rico Waas bersama Sekda Wiriya Alrahman dan pejabat BNNP Sumut saat aksi tes urine masal di halaman rumah dinas wali kota, Jalan Jenderal Sudirman, Medan, Sabtu (26/4/2025). Diskominfo Medan/hastara.id

MEDAN, HASTARA.ID — Langkah tegas Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menginisiasi tes urine bagi seluruh camat dan lurah di lingkungan Pemko Medan menuai apresiasi dari kalangan akademisi. Upaya ini dinilai sebagai bentuk nyata komitmen menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari narkoba.

"Saya sangat mengapresiasi dan mendukung penuh langkah yang dilakukan Pak Wali Kota Rico Waas ini," ujar Rholand Muary, Akademisi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Minggu, 27 Mei 2025. 

Menurut Rholand, pelaksanaan tes urine terhadap jajaran aparatur negara ini adalah langkah strategis untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan birokrasi. Ia menilai inisiatif ini bukan hanya tindakan preventif, tetapi juga bukti konkret dari tekad wali kota untuk mewujudkan Medan sebagai kota yang bebas narkoba, dimulai dari internal Pemko Medan.

"Tes urine seperti ini perlu dilakukan secara simultan dan berkesinambungan. Ini adalah bentuk nyata dukungan terhadap pemberantasan narkoba," ujarnya.

Lebih jauh, Rholand menyebutkan kebersihan birokrasi dari pengaruh narkoba sangat penting untuk mendukung terciptanya pelayanan publik yang prima. Aparatur yang bersih, lanjutnya, akan lebih responsif dalam menangani keluhan dan kebutuhan masyarakat.

Senada, Akademisi Fisipol Universitas Medan Area (UMA), Dr Nadra Ideyani Vita, turut memberikan apresiasi tinggi atas kebijakan ini. Ia bahkan menyebut langkah Rico Waas sebagai tindakan luar biasa.

"Ini langkah yang sangat luar biasa. Selain mendukung pemberantasan narkoba di jajaran Pemko Medan, juga membentuk aparatur yang bersih dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ungkapnya.

Nadra menambahkan upaya ini bukan hanya untuk menjaga integritas ASN, tetapi juga memastikan bahwa pelayanan di kecamatan dan kelurahan dilakukan oleh pegawai yang sehat secara fisik dan mental. Nadra berharap hasil tes menunjukkan tidak ada ASN yang terindikasi positif narkoba.

"Baik camat maupun lurah memiliki peran penting dalam pelayanan masyarakat. Untuk itu, mereka harus didukung kondisi fisik yang sehat dan bebas dari narkoba," pungkasnya.

Dukungan dari para akademisi ini mempertegas bahwa langkah Wali Kota Rico Waas merupakan cerminan komitmen kuat untuk menjadikan Kota Medan lebih baik, bersih, dan bebas dari ancaman narkotika. (has/rel)


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini