![]() |
| Wali Kota Medan, Rico Waas saat meninjau langsung kondisi Gelanggang Remaja yang merupakan aset PUD Pembangunan pada Kamis, 31 Juli 2025. Diskominfo Medan/Hastara.id |
MEDAN, HASTARA.ID — Kondisi aset Pemko Medan yang dikelola Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pembangunan yakni Gelanggang Remaja di Jalan Sutomo, Kelurahan Gaharu, Kecamatan Medan Timur sangat memprihatinkan. Sejumlah fasilitas yang dimiliki juga terlihat sangat kurang memadai. Hal itu tentunya berdampak dengan kurangnya animo masyarakat untuk menggunakan tempat tersebut dalam melaksanakan berbagai kegiatan.
Hal ini terungkap saat Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau Gelanggang Remaja, Kamis (31/7/2025) jelang siang. Padahal, Gelanggang Remaja ini sempat terkenal menjadi tempat berbagai kegiatan, baik itu olahraga, seni maupun budaya.
Begitu tiba di lokasi, Rico Waas yang melakukan peninjauan didampingi Kabag Umum Setda Kota Medan Ridho Nasution dan Plt Kabag Prokopim M Agha Novrian, langsung disambut Plt Direktur Utama PUD Pembangunan Bambang Hendarto, Plt Direktur Umum (Dirum) Syafrizal Lubis serta Camat Medan Timur Noor Alfi Pane.
Wali kota dan rombongan langsung disambut pemandangan miris di bagian depan Gelanggang Remaja. Selain cat dinding mengelupas, ada sejumlah bagian dinding berlumut dan berjamur. Sudah itu dinding dekat atap pun tumbuh beberapa tanaman liar dengan suburnya.
Saat memasuki bangunan yang dibangun sekitar tahun 1970 untuk menyediakan fasilitas bagi remaja dalam berbagai kegiatan seni, budaya, dan olahraga ini, Rico Waas kembali mendapatkan pemandangan yang tak kalah mirisnya. Warna lantai hijau yang selama ini kerap digunakan untuk bola voli dan bulu tangkis tampak kusam dan menghitam, bahkan ada beberapa keramik yang terkelupas.
Ketika Rico Waas menoleh ke atas, asbes tampak banyak yang bolong karena triplek yang digunakan sebagai asbes mengelupas. Bahkan, ada yang masih menggelantung dan tinggal menunggu waktu jatuh. Begitu saat memasuki lorong yang menghubungkan dengan ruang lainnya, kondisinya gelap karena lampu mati dan banyak diletakkan barang-barang bekas.
Jika berjalan tidak hati-hati, maka kaki bisa mengenai barang-barang bekas tersebut. Dengan berhati-hati Rico Waas pun menelusuri lorong dibantu cahaya kamera dan ponsel untuk melihat sejumlah ruangan, termasuk kamar mandi yang kondisinya juga sangat memprihatinkan dan kurang terjaga kebersihannya dengan baik.
Usai peninjauan, Rico Waas dengan kening sedikit berkerut, minta kepada Plt Dirut dan Dirum PUD Pembangunan untuk melakukan pembersihan sehingga Gelanggang Remaja tidak terlihat kumuh dan jorok seperti itu.
“Walaupun kita telah memiliki Kebun Bunga (Urban Community Park Kebun Bunga), tapi ini (Gelanggang Remaja) merupakan bagian dari aset kita dan tidak boleh lepas dari perhatian kita. Harus bisa disegerakan apa solusi terdekat yang harus dilakukan,” kata Rico Waas.
Ia menyampaikan rasa optimisnya jika seluruh jajaran PUD Pembangunan dengan kerja keras dan semangat kebersamaan dapat mengembalikan Gelanggang Remaja sebagai tempat menggelar berbagai kegiatan, baik itu olahraga, seni maupun budaya seperti masa dahulu. (has)
